Yuk Kunjungi 7 Tempat Wisata Batik di Lasem hingga Solo

Paling tidak, ada 7 tempat wisata batik yang bisa traveler kunjungi untuk menyambut Hari Batik Nasional 2019.

Editor: Kurnia Yustiana
Instagram/yuanitaanisa
Ilustrasi pembatik 

TRIBUNTRAVEL.COM - Menyambut Hari Batik Nasional 2019, ada banyak tempat wisata batik yang bisa traveler kunjungi.

Mulai dari kampung batik yang ada di Solo hingga di Lasem.

Batik dikenal sebagai warisan budaya asal Indonesia dan telah diakui oleh dunia.

Dan untuk menjaga batik agar terus lestari dan terjaga maka setiap 2 Oktober diperingati sebagai Hari Batik Nasional.

Dirangkum TribunTravel, berikut tujuh tempat wisata batik yang bisa traveler kunjungi untuk menyambut Hari Batik Nasional 2019.

1. Kampung Batik Laweyan - Solo

Kota Solo memiliki tempat wisata batik yang bisa traveler kunjungi untuk menyambut Hari Batik Nasional 2019.

Satu di antaranya yakni Kampung Batik Laweyan yang terletak di sisi selatan Kota Solo dan berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.

Kesan penuh warna bisa traveler temukan saat pertama kali datang di Kampung Batik Laweyan.

Tonton juga: 

10 Angkringan Khas Jogja dan Solo di Jakarta untuk Obati Rindu Kampung Halaman

10 Kuliner Enak di Solo yang Cocok Jadi Menu Sarapan

5 Tempat Nongkrong Instagramable di Solo untuk Liburan Akhir Pekan

Selain sebagai kampung batik, Laweyan juga merupakan kawasan cagar budaya yang di dalamnya terdapat situs-situs bersejarah lainnya.

Selesai melihat-lihat dan membeli batik traveler bisa berkunjung ke Masjid Laweyan, Langgar Merdeka, dan Langgar Makmoer.

2. Kampung Batik Kauman - Solo

Masih berada di Solo, ada tempat wisata batik yang bisa traveler kunjungi saat Hari Batik Nasional 2019 yakni Kampung Batik Kauman.

Menurut sejarahnya, Kampung Batik Kauman adalah pemukiman kaum abdi dalem Keraton Kasunanan yang mempertahankan tradisi dengan cara membatik.

Kampung ini menjadi salah satu perkampungan tertua di Solo di mana kejayaan bisnis batik dan syiar agama Islam menjadi satu kesatuan.

Kauman mulai menjadi pusat kampung batik, ketika keraton memerintahkan para abdi dalem yang ditugaskan membuat batik tinggal di situ.

Keraton membutuhkan sandang batik, sehingga abdi dalem yang biasa membatik diperintahkan tinggal di Kauman agar lebih dekat dengan keraton.

Mulai saat itulah kemudian muncul pengusaha-pengusaha batik di Kauman.

Dibandingkan dengan Kampung Batik Laweyan, Kampung Batik Kauman lebih menampilkan motif batik klasik yang didasarkan pada pakem atau standar keraton.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved