Keunikan Sumur di Martapura

Air Bisa Langsung Diminum! Sumur Tua Ada Sejak Zaman Jepang di Kota Martapura Bertahan Hingga Kini

Air Bisa Langsung Diminum! Sumur Tua Ada Sejak Zaman Jepang di Kota Martapura Bertahan Hingga Kini.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpost.co.id/nia kurniawan
Sumur yang terletak di Jalan Suka Ramai tepat dibelakang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. 

Peliput wartawan Banjarmasinpost.co.id Nia Kurniawan

BANJARMASINPOSTTRAVEL - Sumur Tua Sejak Zaman Jepang Ini Berlokasi di Belakang RTH Ratu Zalecha Martapura, Air Bisa Langsung Diminum.

Ya, ada sebuah sumur tua terletak di Jalan Suka Ramai tepat di belakang Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kebetulan, letak sumur tua ini berada di tengah Kota, berada di lingkungan ramainya alun-alun dan pasar menjadikan sumur ini cukup vital manfaatnya bagi masyarakat.

Sumur peninggalan menurut masyarakat sekitar merupakan buatan Jepang saat menjajah tahun 1940 an.

Uniknya Ritual Dayak Kalimantan Tengah Menyambut Tahun Baru 2020, untuk Menjaga Kota Palangkaraya

Fasilitas Pantai Angsana Manjakan Wisatawan Lokal dan Luar Kabupaten

Masih Unggulkan 3F, Kota Banjarbaru Semarak dengan Berbagai Event ini dari April hingga Desember

Sumur memiliki kedalaman sekitar 4 meter, airnya tidak pernah kering walaupun musim kemarau.

Sumur dari zaman penjajahan Jepang ini masih berair bahkan tidak pernah kering.

• Sujud Asisten Billy Syahputra pada Nikita Mirzani Saat Minta Maaf, Imbas Nikmir Marah Besar!

• Reino Barack Masih Bersama Luna Maya Saat Pertemuan Pertama dengan Syahrini Terjadi, Inces Ngaku Ini

• Bete Sarwendah Imbas Kelakuan Betrand Peto Terungkap, Putra Ruben Onsu & Thalia Tepergok Lakukan Ini

Hebatnya lagi, sumur ini juga menjadi penopang perekonomian warga sekitar yang berprofesi sebagai penjual air bagi para pedagang di Pasar Martapura selama puluhan tahun, karena air yang mereka jual diambil langsung dari sumur tersebut.

Salah satu penjual air di pasar Martapura, Amat mengatakan sudah lama sekali mengambil air di situ untuk dijualnya.

Dikatakannya, sumur tersebut adalah sumur umum, siapa saja yang ingin mengambil air dipersilakan saja tapi ada peraturan untuk cara pengambilan air, yaitu mengambil air tidak dibolehkan menggunakan alat mesin karena dianggap akan mengganggu warga yang ada di sekitar sumur.

"Dalam sehari bisa mengambil air hingga 50.000 liter dalam seharinya bersama puluhan teman lainnya. bayangkan kalau sumur biasa, maka akan kering namun tidak dengan sumur peninggalan Jepang ini," kata dia.

Biasanya dalam sehari Amat mengambil air hingga sepuluh kali dengan muatan gerobak sekitar 300 liter, yang akan dijualnya ke warung-warung makan dan pedagang lainnya yang ada di Pasar Martapura dengan harga per jerigennya Rp 2 ribu. 

(banjarmasinpost.co.id/niakurniawan)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved