Objek Wisata

Wisata Budaya di Kabupaten Banjar, dari Rumah hingga Pasar Terapung

Kabupaten Banjar memiliki objek-objek wisata religius, wisata alam, wisata sejarah, wisata buatan, cagar budaya serta kerajinan tradisional

Editor: Royan Naimi
istimewa
Rumah Tradisonal Suku Banjar (rumah Banjar) Model Palimbangan di Pesayangan 

Penulis wartawan banjarmasinpost.co.id Nia Kurniawan

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, MARTAPURA - Kabupaten Banjar memiliki objek-objek wisata religius, wisata alam, wisata sejarah, wisata buatan, cagar budaya serta kerajinan tradisional yang dapat menjadi daya tarik bagi para wisatawan lokal, nasional maupun macanegara.

Berikut sejumlah wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi:

  • Rumah Batu di Pesayangan Martapura

Gaya eklektik dalam arsitektur digambarkan sebagai suatu gaya yang muncul karena adanya keinginan atau usaha menjiplak dan kemudian memadukan berbagai unsur yang dianggap menarik ke dalam bentuk baru.

Begitu pula dengan perkembangan arsitektur eklektik di Kalimantan Selatan, arsitektur Rumah Batu merupakan bukti adanya proses eklektikisme dalam arsitektur setempat.

Pemegang peran utama dalam proses eklektik ini adalah para saudagar atau pedagang, yang tentunya tidak terlepas dari intensitas kontak budaya yang dimiliki oleh kelompok masyarakat ini.

Intensitas kontak budaya ini merupakan bagian utama dari proses akulturasi budaya yang meningkat setelah runtuhnya Kerajaan Banjar pada pertengahan abad ke 19.

Rumah Batu di Pesayangan Martapura
Rumah Batu di Pesayangan Martapura (istimewa)
  • Rumah Tradisonal Suku Banjar (rumah Banjar) Model Palimbangan di Pesayangan

Palimbangan adalah salahsatu rumah tradisional suku Banjar (rumah Banjar) di Kalimantan Selatan.

Di zaman Kesultanan Banjar rumah Tipe ini digunakan sebagai hunian para tokoh agama (Islam) dan para Alim Ulamanya.

Bumbungan atap rumah Palimbangan pada rumah induk memakai atap pelana dengan tebar layar yang disebut Tawing Layar.

Jika memakai anjung maka atapnya juga menggunakan atap pelana dengan Tawing Layar. Pada teras/emper depan ditutup dengan atap sengkuap (atap lessenaardak) yang disebut atap Sindang Langit.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved