Travel

Ramai Dikunjungi Wisatawan, Pokdarwis berharap KWK Mawarung Baimbai Lebih Tertata

Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah memiliki banyak harapan terhadap destinasi wisata Mawarung Baimbai.

Ramai Dikunjungi Wisatawan, Pokdarwis berharap KWK Mawarung Baimbai Lebih Tertata
banjarmasinpost.co.id/abdul ganie
Suasana di KWK Mawarung Baimbai Banjarmasin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sungai Jingah memiliki banyak harapan terhadap destinasi wisata Mawarung Baimbai.

Tidak hanya puas dengan kondisinya saat ini, sekarang mereka juga sedang merancang konsep para pedagang yang berjualan di lokasi tersebut.

Salah satunya dengan menata para pedagang dengan berjualan berjejer memanjang. Hal itu bertujuan agar para pedagang bisa terlihat lebih tertata ke depannya.

Meskipun demikian, Kawasan Wisata Kuliner (KWK) Mawarung Baimbai saat ini masih menjadi sebuah destinasi yang wajib dikunjungi para wisatawan ketika berkunjung ke Kota Banjarmasin Kalsel.

Pasalnya di tempat ini, selain wisatawan akan diajak mengenal lebih banyak kuliner khas Banjar, juga bisa mencicipi langsung keanekaragaman dari kudapan ringan hingga berat khas banua.

Ada 80 Kuliner Khas Banjar di KWK Mawarung Baimbai Banjarmasin, Rp 10 Ribu Sudah Bisa Kenyang

KWK Mawarung Baimbai Sepekan Dikunjungi 1.000 Orang, Mulai Dimintai Wisatawan Mancanegara

Keunikan KWK Mawarung Baimbai Banjarmasin, Ada 26 Pedagang, Makanan Jualan Tak Ada yang Sama

Pengrajin Ini Bergelar Datu Dalit, Tikar Purun Hasil Karyanya Dijual Hingga Denpasar & Surabaya

Seperti Putu Mayang, Laksa, Kakicak, Nasi Kuning, Soto Banjar serta banyak lagi lainnya, yang bahkan bila ditotal jenisnya pun mencapai puluhan ragam kuliner khas Banjar.

Nah, buat kalian yang penasaran ingin mengunjungi destinasi kuliner di Kecamatan Banjarmasin Utara satu ini, sebetulnya sangat mudah.

KWK Mawarung Baimbai bisa ditempuh melalui dua jalur sekaligus yaitu darat dan sungai. Untuk lewat darat kalian cukup membutuhkan waktu sekitar 15 menit dari tugu nol Kilometer.

Diantaranya melalui Jalan DI Pandjaitan, S Parman, Cemara Raya, Sultan Adam hingga tiba di Bawah Jembatan Banua Anyar atau Jalan Meseum Perjuangan.

Sedangkan alternatif akses darat lainnya, kalian bisa juga melalui Jalan DI Pandjaitan, Sulawesi, Jalan Sultan Adam dan tiba di Bawa Jembatan Banua Anyar.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Royan Naimi
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved