Wisata Kuliner

Destinasi Wisata Kuliner Jukung Julak, Ikan Lais dan Pipih Favorit Pengunjung

Selain itu, sungai berperan pula membuat Banjarmasin menjadi kota perdagangan.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.com/mariana
Menu bakar masakan khas Banjar di Warung Jukung Julak. 

Di antaranya ada Warung Jukung Julak, di warung makan ini tersedia berbagai macam masakan khas Banjar, dari yang bebakaran, goreng, dan diberi bumbu kuning.

"Yang favorit pengunjung yaitu ikan khas Banjar, lais bakar, dan pipih bumbu kuning. Untuk harga selalu berubah-ubah tergantung harga beli dari nelayan setiap harinya, untuk lais dan pipih ini biasanya seharga Rp 30.000-40.000 per ekor," jelasnya.

Tersedia menu lainnya, yakni nila, patin, peda, ayam, udang.

Semua ikan-ikan langsung dibeli dan berlangganan dengan nelayan tapi harganya sama dengan harga di pasar.

Tersedia pula sayur khas Banjar yang biasa disebut gangan, ada gangan keladi, gangan asam, gangan bening, gangan belamak, dan sayur lainnya.

Wisata kuliner di tepian sungai bawah jembatan Banua Anyar.
Wisata kuliner di tepian sungai bawah jembatan Banua Anyar. (banjarmasinposttravel.com/mariana)

Selain makanan berat, di Warung Jukung Julak juga tersedia makanan ringan yakni kue khas Banjar.

Kue khas Banjar tersebut yakni lempeng, bingka, dan putu mayang.

Setiap hari lempeng selalu dibikin, sedangkan bingka dan putu mayang opsional.

Dijelaskan, harga lempeng Rp 10.000 per porsi, untuk satu loyang penuh bingka dibanderol Rp 40.000, sedangkan per potong seharga Rp 8.000.

Wisata kuliner Warung Jukung Julak di kawasan bawah jembatan Banua Anyar
Wisata kuliner Warung Jukung Julak di kawasan bawah jembatan Banua Anyar (banjarmasinposttravel.com/mariana)

"Sebagai warga negara yang baik harus taat pajak, Alhamdulillah bisa membayar kewajiban tersebut. Dalam sebulan bisa laku 80 kg atau sekitar 105 ekor ikan dan Omzet yang terkumpul setiap bulannya kisaran Rp 100-200 juta," kata dia.

Selain bayar cash, pengunjung bisa membayar makanan melalui mesin EDC dan scan m-banking dari BSM dan BRI.

"Anak-anak yang lulus sekolah di sekitar bawah jembatan, daripada mereka keluyuran kami rekrut sebagai karyawan untuk membantu mereka, sebagian keuntungan juga dialokasikan untuk panti asuhan," pungkasnya.

(Banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Mariana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved