Wisata Kuliner

VIDEO Wisata Kuliner di Jukung Julak Banua Anyar Banjarmasin, Nikmati Masakan Banjar di Tepi Sungai

VIDEO Wisata Kuliner di Jukung Julak Banua Anyar Banjarmasin, Menikmati Masakan Banjar di Tepi Sungai

Editor: Royan Naimi

Penulis wartawan Banjarmasinpost.co.id Mariana

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM - VIDEO Wisata Kuliner di Jukung Julak Banua Anyar Banjarmasin, Menikmati Masakan Banjar di Tepi Sungai.

Kota Banjarmasin terkenal dijuluki Kota Seribu Sungai. Sungai sendiri digunakan masyarakat sekitar untuk sumber kehidupan dan transportasi.

Selain itu, sungai berperan pula membuat Banjarmasin menjadi kota perdagangan. Banyak pedagang memanfaatkan sungai sebagai wadah berjualan.

Di Kawasan Banua Anyar Jalan Pangeran Hidayatullah Banjarmasin misalnya, tepatnya di bawah jembatan banyak terdapat spot kuliner yang bisa dikunjungi. Deretan rumah makan di sepanjang bawah jembatan berbatasan langsung dengan sungai.

Destinasi Wisata Kuliner Jukung Julak, Ikan Lais dan Pipih Favorit Pengunjung

Tamu Pengunjung Luar Banjarmasin Banyak Berkunjung Saat Akhir Pekan

Eksotisme Gua Limbuhang Haliau di Kabupaten HST yang Masih Asli, dari Pegunungan Meratus

VIDEO: Gua Limbuhang Haliau, Wisata Unggulan HST yang Selalu Dipamerkan dalam Setiap Event

Pengusaha rumah makan memanfaatkan spot bawah jembatan untuk mengais pundi rupiah. Kawasan ini pun menjadi satu destinasi kuliner bagi masyarakat Banua.

Perjalanan menuju kawasan bawah jembatan memerlukan waktu tempuh sekitar 15 menit dari Siring Nol Km.

Di antaranya ada Warung Jukung Julak, di warung makan ini tersedia berbagai macam masakan khas Banjar, dari yang bebakaran, goreng, dan diberi bumbu kuning.

"Yang favorit pengunjung yaitu ikan khas Banjar, lais bakar, dan pipih bumbu kuning. Untuk harga selalu berubah-ubah tergantung harga beli dari nelayan setiap harinya, untuk lais dan pipih ini biasanya seharga Rp 30.000-40.000 per ekor," jelasnya.

Tersedia menu lainnya, yakni nila, patin, peda, ayam, udang. Semua ikan-ikan langsung dibeli dan berlangganan dengan nelayan tapi harganya sama dengan harga di pasar.

Tersedia pula sayur khas Banjar yang biasa disebut gangan, ada gangan keladi, gangan asam, gangan bening, gangan belamak, dan sayur lainnya.

Selain makanan berat, di Warung Jukung Julak juga tersedia makanan ringan yakni kue khas Banjar. Kue khas Banjar tersebut yakni lempeng, bingka, dan putu mayang. Setiap hari lempeng selalu dibikin, sedangkan bingka dan putu mayang opsional.

Dijelaskan, harga lempeng Rp 10.000 per porsi, untuk satu loyang penuh bingka dibanderol Rp 40.000, sedangkan per potong seharga Rp 8.000.

"Sebagai warga negara yang baik harus taat pajak, Alhamdulillah bisa membayar kewajiban tersebut. Dalam sebulan bisa laku 80 kg atau sekitar 105 ekor ikan dan Omzet yang terkumpul setiap bulannya kisaran Rp 100-200 juta," kata dia.

Selain bayar cash, pengunjung bisa membayar makanan melalui mesin EDC dan scan m-banking dari BSM dan BRI.

"Anak-anak yang lulus sekolah di sekitar bawah jembatan, daripada mereka keluyuran kami rekrut sebagai karyawan untuk membantu mereka, sebagian keuntunvan juga dialokasikan untuk panti asuhan," pungkasnya.

(Banjarmasinposttravel.com/Mariana)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved