Bermanja Lidah di Kuliner Barokah

Harga Pasti, Tak Ada Istilah 'Manganai'

Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), membangun Pasar Kuliner Barokah bertujuan menyediakan tempat kuliner yang representatif bagi

Harga Pasti, Tak Ada Istilah 'Manganai'
banjarmasinposttravel.com/roy
Bangunan Pasar Kuliner Barokah, Martapura, megah dan lapang. 

Penulis wartawan banjarmasinpost.co.id Idda Royani

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, MARTAPURA - Pemerintah Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel), membangun Pasar Kuliner Barokah bertujuan menyediakan tempat kuliner yang representatif bagi siapa pun yang berkunjung ke Kota Martapura.

Karena itu keberadaan Pasar Kuliner Barokah dirancang menjadi pusat kuliner sekaligus percontohan kuliner di Kota Martapura.
Selain penyediaan beragam fasilitas penunjang, aturan teknis pun diberlakukan bagi para pedagang di lokasi setempat.

Dalam hal tarif atau harga makanan, misalnya.

Semua jenis menu dipampang secara jelas dan dilengkapi harganya.

"Jadi tidak akan ada yang namanya manganai," sebut Direktur Perusahaan Daerah Pasar Bauntung Batuah (PD PBB) Rusdiansyah, kemarin.

Terletak di Pusat Kota Dekat Pusat Permata

Diresmikan Langsung oleh Bupati Banjar

Toilet Berkelas Hotel Berbintang

Buka Sejak Pagi hingga Jelang Petang

Sajikan Menu Khas Masakan Banua

Steril Pengamen dan Peminta-minta

Sekadar diketahui selama ini pada momen tertentu, sebagian pedagang makanan di Martapura kadang mematok tarif yang dinilai terlalu mahal.

Biasanya hal seperti itu diberlakukan pada pengunjung dari jauh atau dari luar daerah.

Keluhan pun kadang mencuat.

Karena itulah Pasar Kuliner Barokah dihadirkan Pemkab Banjar guna menjadi model atau percontohan bagi para pedagang makanan atau pemilik usaha kuliner lainnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved