Museum Wasaka

Manfaatkan Kehadiran Pengunjung Museum Wasaka, Pokdarwis Sungai Jingah Angkat Kuliner Khas Banjar

Tak hanya mengunjungi Museum Wasaka Banjarmasin, Wisatawan juga bisa menikmati wisata kuliner yang terletak di samping tempat penyimpanan benda bersej

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.com/syaiful anwar
Salah satu objek wisata di Kota Seribu Sungai adalah Museum Waja Sampai Kaputing atau kerap disingkat Museum Wasaka di Jalan Kampung Kenanga Ulu RT 14, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Penulis wartawan banjarmasinpost.co.id Syaiful Anwar

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BANJARMASIN - Tak hanya mengunjungi Museum Wasaka Banjarmasin, Wisatawan juga bisa menikmati wisata kuliner yang terletak di samping tempat penyimpanan benda bersejarah tersebut.

Menurut Muhammad Rafi, Ketua Pokdarwis Kampung Banjar Sungai Jingah, terpikir oleh lelaki berusia 38 tahun ini mengangkat kuliner khas Banjar, khusus Sungai Jingah yang banyak belum diketahui masyarakat luas dan anak-anak muda.

"Sungai Jingah banyak terdapat rumah-rumah Banjar yang asli masih berdiri kokoh dan masih dihuni oleh pemiliknya. Sungai Jingah terkenal dengan kuliner dan saya berniat mengangkatnya," ucapnya.

Rafi pun kemudian sharing sama Camat Banjarmasin Utara, Apiluddin dan mengajak dua kali pertemuan seluruh lurah se Kecamatan Banjarmasin Utara untuk menikmati kuliner Banjar terlebih dahulu sebelum gelar kegiatan yang mengangkat kuliner tersebut.

Wisata Sejarah Museum Wasaka, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Kalsel Melawan Penjajah

Bangunan Museum Wasaka Awalnya Rumah Milik Juragan Jukung yang Semuanya Terbuat dari Kayu Ulin

Tak Lagi Membaca dari Buku, Orlando Melihat Langsung Peninggalan Sejarah Perjuangan Rakyat Kalsel

Masuk Museum Wasaka Tak Dipungut Bayaran, Dua Hari ini yang Paling Banyak Pengunjung

Sebelum Membersihkan Senjata-senjata Koleksi Museum Wasaka, Pengelola Menyiapkan Tiga Bahan ini

"Alhamdulillah setelah menyajikan kuliner khas Banjar, semua lurah menyambut dengan positif dan patut dikembangkan.

Dari situlah Pokdarwis Kampung Banjar memulai membuka sejenis warung kecil yang tempatnya disediakan salah satu warga RT 17 Sungai Jingah dengan jumlah pedagang 4 orang, tanggal 13 Januari 2018.

"Awalnya buka setiap seminggu sekali saja yaitu setiap Sabtu dari pukul 16.00 sampai 22.00 Wita dan diberi nama Mawarung Baimbai," tegasnya yang artinya ke warung bersama-sama sambil ngobrol dan nikmati kuliner tersebut.

Rafi pun bercerita saat perpindahan mawarung Baimbai dari tempat awal ke area depot Soto Yana Yani banyak mendapat tantangan, namun tak diladeni.

Barulah, lanjut dia, dalam sebuah acara, diklarifikasi yang sebenarnya, karena tak mau orangtua jadi kepikiran juga.

(Banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved