Pasar Kain Sasirangan di Banjarmasin

Keren, Pengrajin Sasirangan di Pasar Sungai Jingah Banjarmasin Ternyata Didominasi Milenial

Sejak awal Januari 2019 lalu, Nana menggelar beraneka macam ukuran tas Sasirangan di pinggir jalan Pasar Banjar Sungai Jingah Basasirangan

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Tahapan pengolahan kain sasirangan di Pasar Sungai Jingah, Banjarmasin. 

Penulis Wartawan Banjarmasinpost.co.id Syaiful Anwar

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARMASIN - Sejak awal Januari 2019 lalu, Nana menggelar beraneka macam ukuran tas Sasirangan di pinggir jalan Pasar Banjar Sungai Jingah Basasirangan di Kecamatan
Sungai Jingah Banjarmasin, Sabtu pukul.06.00 Wita hingga siang.

Harga yang dijualnya bervariasi, mulai tas kecil dari Rp 20.000 hingga tas Kanaya buat kondangan ke acara pengantin maupun hajatan Rp 350.000.

"Alhamdulillah, setiap kali berjualan ke sini, minimal 10 tas laku terjual. Kemarin isteri Rosihan NB membeli Tas Kanaya ini. Motif tas Sasirangan yang saya jual tiap minggu berbeda-beda," papar ibu beranak tiga ini.

Ditambahkan Nana, omset dari penjualan per hari, mula pukul 06.00 Wita sampai 10.00 Wita sekitar Rp 1 juta.

Yuk Belanja ke Pasar Sungai Jingah Banjarmasin, Bisa Lihat Pengolahan Sasirangan

VIDEO : Profil Desa Eduwisata di Desa Anjir Kalampan Kapuas Kalteng, Yuk Berkunjung ke Sana!

Tersedia Puluhan Jenis Barang, Pasar Kaget di Banjarmasin Jadi Maget

Islamic Center Kebanggaan Masyarakat Tabalong, Simbol Penganut Penduduk Islami dan Relijius

Selain itu Marini Permatasari berjualan ransel Sasirangan yang harganya Rp 150.000 hingga kipas tangan yang bisa dilipat Rp 15.000.

"Tas ransel multi fungsi, bisa diselempangkan dan dijinjing," ungkapnya.

Menurut Muhammad Rafi, pengelola Pasar Sasirangan Sungai Jingah, jumlah pedagang Sasirangan yang buka lapak ada 25 stand, tak hanya dari warga pengrajin Sungai Jingah melainkan ada yang dari pengrajin Seberang Masjid hingga kampung baru

"Setiap pedagang tidak dikenakan sewa tempat, melainkan menyumbang ala kadarnya buat biaya 'kebersihan'. Memang sejak awal tujuan kami ingin menjadikan Sungai Jingah sebagai salah satu pusat Sasirangan," tandasnya.

Alhamdulillah, lanjut dia, kampung Sungai Jingah mulai di datangi wisatawan lokal bahkan manca negara.

"Kemaren di sungai jingah basasirangan di kunjungi wisatawan philipina," jelas Rafi.

Perputaran uang dalam sekali jualan sekitar puluhan juta rupiah dalam seminggu.

Video Berburu Kerajinan Tangan di Pasar Kerajinan Amuntai

Islamic Center Al Abrar Tabalong, Kubahnya Berbentuk Cekung Seperti Mangkok, ini Maknanya

Namun, setelah enam bulan berjalan, Pasar Sasirangan Sungai Jingah tidak aktif lagi dan lebih di fokuskan di toko-toko Sasirangan.

"Bukannya sepi pengunjung, cuma banyaknya pesanan, sehingga tak sempat lagi 'buka lapak' di pinggir jalan setiap Sabtu pagi," kata Rafi.

Walau Pasar Sasirangan setiap Sabtu tidak ada lagi, tapi toko-toko Sasirangan yang berjumlah 26 tetap berjualan tetap buka.

"Menariknya, dari 26 pengrajin, 23 di antaranya ownernya kaum milenial," ucap Rafi. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved