Pasar Kain Sasirangan di Banjarmasin

Yuk Belanja ke Pasar Sungai Jingah Banjarmasin, Bisa Lihat Pengolahan Sasirangan

Pasar Sasirangan Sungai Jingah yang dikunjungi tak hanya warga Banjarmasin, Jawa, Papua hingga luar negeri.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinpost.co.id/syaiful anwar
Kerennya Berkunjung ke Pasar Sungai Jingah Banjarmasin, Bisa Lihat Pengolahan Sasirangan 

Penulis wartawan Banjarmasinpost.co.id Syaiful Anwar

BANJARMASIN POSTTRAVEL.COM - Sungai Jingah yang terletak di Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan menyimpan banyak ragam budaya khas Banjar. Mulai bangunan bersejarah yakni Rumah Banjar, kuliner, sasirangan dan makam keramat Syekh Surgi Mufti Jamaluddin.

Tak heran, warga Banjarmasin tak perlu jauh melakukan Travelling dengan biaya murah meriah serta di tempuh sekitar 15 menitan dari terminal kilometer enam.

Salah satu obyek wisata yang diangkat kali ini tentang Pasar Sasirangan Sungai Jingah yang dikunjungi tak hanya warga Banjarmasin, Jawa, Papua hingga luar negeri.

Pengunjung tak hanya bisa membeli kain Sasirangan, juga bisa melihat secara langsung pengolahan membuat kain khas Banjarmasin tersebut.

Sejarah lahirnya Pasar Sasirangan berawal Muhammad Rafi terpilih menjadi  Ketua Kelompok Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Sungai Jingah Banjarmasin yang dikukuhkan Oktober 2017.

Pengunjung Bebas Memetik Buah dan Panen Sayuran di Desa Eduwisata Anjir Kalampan

Tersedia Puluhan Jenis Barang, Pasar Kaget di Banjarmasin Jadi Maget

Tempat Wudhu dan Toilet yang Luas dan Bersih Dibangun di Bagian Bawah Bangunan Utama

"Sejak awal saya ngin 'menghidupkan' kampung halaman, Sungai Jingah menjadi Pasar Sasirangan,'" ceritanya.

Apalagi, lelaki berusia 38 tahun ini sudah tak asing lagi dengan Sasirangan.

"Sejak sekolah dasar saya suka dengan kain Sasirangan. Bahkan saya pernah kerja di salah satu pengrajin Sasirangan yang ada di Sungai Jingah yaitu di Zahra Sasirangan buat jajan," ucapnya.

Beranjak remaja, Rafi mencoba memasarkan kain Sasirangan lewat mulut ke mulut saja kepada teman-teman di zaman sasirangan belum begitu dikenal. Setiap kain laku dirinya diberi komisi oleh pengrajin.

 Dia bercerita, 30 tahun yang lalu, di Sungai Jingah cuma ada tiga pengrajin saja yaitu Zahra Sasirangan, Azira Sasirangan dan Alya Sasirangan.

 Beranjak dewasa di amanahkan menjadi Ketua Pokdarwis atau Kelompok Sadar Wisata di kampung Banjar Sungai Jingah Banjarmasin Utara di bawah binaan Disbudpar Kota Banjarmasin terpanggil dan tergerak dalam pikiran dan hatinya untuk mengangkat serta melestarikan budaya Banjar maupun potensi wisata yang layak dijual, khususnya kain Sasirangan.

"Saya melihat banyak sekali orang luar bolak balik ke kampung Sasirangan Sungai Jingah untuk membeli kain Sasirangan, bahkan dari luar Banjarmasin untuk dijual kembali," ucapnya.

Sedihnya, lanjut Rafi, hasil karya dari pengrajin warga di kampung Sasirangan Sungai Jingah dijual di daerahnya dengan memakai nama dia sendiri seolah-seolah sebagai penngrajinnya.

Akhirnya, Rafi pun menguatkan niatnya menggelar pasar Banjar yang dinamakan Sungai Jingah Basasirangan yang perdananya di mulai 26 Januari 2019.

"Sebelumnya saya sharing dengan Disbudpar Kota Banjarmasin, Camat Banjarmasi Utara dan Lurah Sungai Jingah. Saya juga sharing dengan ibu ketua Dekranasda Kota Banjarmasin yang juga isteri Walikota Banjarmasin. Alhamdulillah rencana kami di sambut dengan baik dari semua lapisan,' ucapnya.

 Menurut Rafi, di awal dibukanya Sungai Jingah Sasirangan, Wali Kota Ibnu Sina dan isteri berkunjung dan berdialog kepada semua pengrajin sasirangan yang waktu itu tercatat ada 18 pengrajin.

Menikmati Malam di Pantai Gedambaan, Menginap di Cottage Berfasilitas Lengkap Hanya Rp 250 Ribu

Video Megahnya Islamic Center Al Abrar Tabalong

"Setelah dapat kunjungan Wali Kota, seminggu kemudian barulah kami gelar dengan slogan Pasar Banjar
Sungai Jingah Ba'sasiranga. 
Kegiatannya setiap Sabtu pukul 06.00 Wita sampai  10.00 Wita," jelas ketua RT ini.

 Saat ini, lanjut dia, jumlah pengrajin Sasirangsn di Sungai Jingah yang tadinya hanya tiga buah, berkembang menjadi 26 buah. (banjarmasin Posttravel.com/syaiful anwar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved