Melihat Aktivitas Pengrajin Sasirangan

Tas Sasirangan D'Lamiz Modez Tak Hanya Diburu Warga Lokal tapi Sudah Merambah hingga Luar Pulau

Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan (Kalsel), kain ini dibuat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perinta

banjarmasinposttravel.com/mariana
Produksi kain Sasirangan kreatif D Lamiz Modez 

Penulis wartawan banjarmasinpost.co.id Mariana

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BANJARMASIN - Sasirangan adalah kain adat suku Banjar di Kalimantan Selatan (Kalsel), kain ini dibuat dari proses pewarnaan rintang dengan menggunakan bahan perintang seperti tali, benang, atau sejenisnya menurut corak-corak tertentu.

Kain sasirangan menjadi pilihan cinderamata bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Banjarmasin.

Saat ini pengrajin Sasirangan semakin bertumbuh, ada yang khusus memproduksi kain atau bahan, ada pula yang memproduksi kain yang langsung dibuat dalam bentuk item fashion.

Salah seorang pengrajin kain sasirangan di Banua yakni Nana Adiella, telah kembangkan bisnis Sasirangan kreatif di kediamannya bertempat di kawasan Sungai Andai Banjarmain.

Produk dari Sasirangan Jadi Buruan Para Wisatawan

Produksi Beragam Jenis Tas Sasirangan, Model ini Paling Banyak Peminatnya dari Kalangan Milenial

Dibanderol Rp 350 Ribu, Tas Kanaya Jadi Pilihan Para Ibu

Semakin Banyak Pengrajin Baru Bermunculan Semakin Termotivasi Berkreasi

Gencar Promosikan Produk Sasirangannya, Pengeajin ini Rajin Ikut Pameran

Tas-tas Sasirangan Produk DLamiz Sudah Pernah Dipesan Pelanggan Luar Kalimantan

"Awalnya pada 2018 saya mulai menjahit baju-baju atau kostum sasirangan untuk lomba, jenisnya baju pesta. Melihat dari perkembangan sasirangan sendiri yang bisa diaplikasikan ke berbagai item fashion sehingga mendoronga saya untuk lebih inovatif dan kreatif," ucapnya.

Ia pun memperdalam ilmu sasirangan kreatif bersama salah seorang instruktur penjahit yang kala itu bertandang ke Banjarmasin dalam sebuah pelatihan.

Nana fokus belajar pembuatan aneka jenis tas dan mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Karyanya mulai dilirik para pencinta sasirangan Banua.

Tak hanya customer di area Kalsel, tas-tas sasirangan miliknya dengan brand Lamiz Modez sudah pernah dipesan customer dari Jakarta dan Lombok.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved