Air Terjun Rampah Ginatu

VIDEO Pesona Tersembunyi Air Terjun Rampah Ginatu Setinggi 30 Meter di Kabupaten HST, Belum Terjamah

VIDEO Pesona Tersembunyi Air Terjun Rampah Ginatu Setinggi 30 Meter di Kabupaten HST, Belum Terjamah!

Editor: Royan Naimi

Penulis wartawan Banjarmasinpost.co.id Eka Pertiwi

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - VIDEO Pesona Tersembunyi Air Terjun Rampah Ginatu di Kabupaten HST, Belum Terjamah!

Tak ada salahnya mencoba berwisata di Rampah Ginatu di Desa Datar Ajab Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Rampah Ginatu merupakan air terjun tersembunyi di Desa Datar Ajab.

Tak banyak orang yang tahu mengenai air terjun ini kecuali warga setempat.

Tak Perlu Masuk Hutan Melihat Pohon-pohon Endemik Kalsel, Cukup Datang ke TH2TI Banjarbaru

Ada Miniatur Hutan Hujan, Masyarakat Tak Perlu Masuk Hutan untuk Melihat Pohon-pohon Asli Kalsel

Jangan Khawatir Dapat Durian Busuk, Meek Farm Banjarbaru Berikan Jaminan ini

Memiliki tinggi sekitar 30 meter, air terjun ini begitu memesona karena berada di hutan tropis Meratus. Bahkan, Rampah Ginatu sering dianggap sebagai adik dari Air Terjun Sungai Karuh di Batang Alai Timur.

Air khas pengunungan yang dingin membuat, rasa lelah menuju kesana terbayarkan.

Warga Desa Datar Ajab, Nabila, mengatakan jika air terjun ini hampir tak pernah dikunjungi oleh orang lain.

"Jarang ada yang datang," bebernya.

Untuk menuju Desa Datar Ajab Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah lebih mudah melalui Desa Hantakan.

Berjarak 30 kilometer dari pusat Kota Barabai, untuk menuju Desa Datar Ajab harus melalui jalan beraspal, vaving blok, hingga jalan tanah dan berbatu.

Menuju kesana sebaiknya saat matahari cerah. Pasalnya jika ke sana saat hujan atau setelah guyuran hujan, dapat dipastikan jalan yang dilalui akan lebih sulit.

Maklum, jalan menuju ke sana tak mulus beraspal. Aspal terakhir didapati di Desa Alat. Selanjutnya, harus melalui vaving blok sepanjang tujuh kilometer.

Setelah itu, jalan tanah dan berbatu. Jika sedang hujan jalur ini akan menjadi licin. Apalagi, jalur ini merupakan jalur menanjak dan menurun pegunungan yang hanya tanah tanpa paving atau aspal.

Selain itu, menuju kesana, sebaiknya menggunakan sepeda motor roda dua. Pasalnya, warga Barabai, Nunuy harus terhenti ditanjakan saat menuju kesana menggunakan minibus.

"Menuju ke sana memang sulit. Alhasil kami memilih untuk naik ojek," bebernya.

Bukan ojek yang ada di pangkalan atau ojek online. Untuk menuju ke sana, Nunuy harus menyetop warga yang hendak ke sana dan ikut.

"Teman kami lainnya dipanggil dari desa. Biayanya ya seikhlasnya," ujarnya.

Kalau mau ke sana ya pakai kendaraan jenis trail merupakan pilihan terbaik.

Setelah sampai di Desa Datar Ajab, untuk menuju Rampah Ginatu tak jauh.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved