Makanan Tradisional Masyarakat Loksado

Bertahan Dua Hari Tidak Basi, Kini Nasi Humbal Khas Loksado Menu Favorit Wisatawan

Bertahan Dua Hari Tidak Basi, Kini Nasi Humbal Khas Loksado Menu Favorit Wisatawan

Bertahan Dua Hari Tidak Basi, Kini Nasi Humbal Khas Loksado Menu Favorit Wisatawan
banjarmasinposttravel.com/hanani
ANak-anak Loksado menyajikan nasi humbal dan lauk bapalan yang telah matang setelah dibakar 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, KANDANGAN - Selain lamang, nasi humbal lauk bapalan khas Loksado kini sudah populer di kalangan masyarakat Hulu Sungai Selatan sebagai kuliner suku Dayak di loksado.

Memasak dengan cara tadisional mahumbal, benar-benar memasak dengan memanfaatkan apa yang ada di alam.

Adapun kelebihan nasi humbal, tahan dua hari tidak basi meski dimasak secara alami.

“Jadi tak butuh rice cooker, atau pemanas nasi modern,”ungkap Wirda, anak Loksado, yang sering memasak nasi humbal, membantu Komunitas Muda Sadar Wisata Pesona Meratus, memenuhi pesanan wisatawan.

Nasi Humbal dari Loksado HSS, Dimasak Pakai Bambu 100 Persen Alami, ini yang Harus Disiapkan

Mencari Daun Lirik Harus Masuk Hutan, Pakai Jenis Daun Lain Bikin Nasi Humbal Bisa Gagal

Disantap dengan Lauk Bapalan, Wanginya Nasi Humbal Semakin Menggugah Selera

Sejarah Nasi Humbal, Sering Dimasak oleh Para Pemburu yang Bermalam di Hutan

Meski dari sejarahnya nasi humbal tercipta dari tradisi berburu dan berakit bambu, namun setelah dipromosikan sebagai kuliner khas, nasi humbal kian digemari.

Bahkan, naik kelas, karena sering disajikan Pemkab Hulu Sungai Selatan saat menjamu tamu daerah.

Nasi humbal juga sering disajikan pengelola-pengelola penginapan di sekitar objek wisata alam Loksado, untuk tamu-tamunya.

Baik wisatwan lokal mauapun wisatawan asing mancanegara.

Menurut Ketua Komunitas Muda Sadar Wisata Pesona Meratus, Abdurrahim Suryanegara, saat digelar Festival Mahumbal, yang merupakan rangkaian dari Festival Loksado November 2019 lalu, wisatawan asing sangat antusias.

Mereka mengaku mendapat pengalaman baru di dunia kuliner, yaitu mencicipi masakan yang dimasak secara alami dengan bahan alami pula.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/hanani)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved