Makanan Tradisional Masyarakat Loksado

Membuat Nasi Humbal Bapalan Bersama Anak-anak Loksado, Makanan Tradisional yang Disukai Wisatawan

Membuat Nasi Humbal Bapalan Bersama Anak-anak Loksado, Makanan Tradisional yang Disukai Wisatawan

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.com/hanani
ANak-anak Loksado membuat nasi humbal dengan membakar bambu berisi beras dan lauk 

Mereka memulai dengan mencari batang bambu di Desa Haratai.

Selanjutnya, mencari daun lirik yaitu daun khusus untuk membungkus beras sebelum dimasukkan dalam batang bambu.

"Sudah, itu saja peralatan yang diperlukan. Jadi 100 persen tanpa peralatan modern,"ungkap Wirda, siswa SMPN 1 Loksado yang mengaku sering membuat nasi humbal untuk memenuhi pesanan wisatawan.

Nasi humbal, biasanya disajikan bersama lauk bapalan.

Adapun lauknya, bisa ayam, ikan ataupun udang. Namun lebih sering dengan ayam dan ikan.

Cara memasak lauknya, dikasih bumbu kemiri, bawang merah plus bawang putih, kunyit, sedikit kencur, garam, gula yang dihaluskan.

Selanjutnya, dimasak dalam bambu atau disebut bumbung, setelah ditambahkan sedikit air tanpa diberi lapisan daun.

Selanjutnya, dibakar di perapian, seperti halnya nasi humbal.
Namun, untuk nasi humbal, sebelumnya beras dibungkus dengan daun lirik.

Untuk mendapatkan daun tersebut, anak-anak Loksado, terdiri Mita, Wirda, Ela serta dua teman laki-lakinya Sudi dan Evan harus masuk hutan.

“Soalnya kalau menggunakan daun pisang, atau jenis daun lain, nasi humbal bisa gagal dimasak dengan baik. Karena kalau daun pisang bisa pecah kalau dilipat. Sedangkan daun lirik, lebih kuat, dan aroma nasinya juga lebih wangi setelah matang,” ungkap Mita, yang bertugas memotong batang bambu saat membuat nasi humbal.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved