Makanan Tradisional Masyarakat Loksado

Mencari Daun Lirik Harus Masuk Hutan, Pakai Jenis Daun Lain Bikin Nasi Humbal Bisa Gagal

Mencari Daun Lirik Harus Masuk Hutan, Pakai Jenis Daun Lain Bikin Nasi Humbal Bisa Gagal

Mencari Daun Lirik Harus Masuk Hutan, Pakai Jenis Daun Lain Bikin Nasi Humbal Bisa Gagal
banjarmasinposttravel.com/hanani
ANak-anak Loksado membuat nasi humbal dengan membakar bambu berisi beras dan lauk 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, KANDANGAN - Nasi humbal, kuliner khas Loksado, Hulu Sungai Selatan, biasanya disajikan bersama lauk bapalan.

Adapun lauknya, bisa ayam, ikan ataupun udang.

Namun lebih sering dengan ayam dan ikan.

Cara memasak lauknya, dikasih bumbu kemiri, bawang merah plus bawang putih, kunyit, sedikit kencur, garam, gula yang dihaluskan.

Selanjutnya, dimasak dalam bambu atau disebut bumbung, setelah ditambahkan sedikit air tanpa diberi lapisan daun.

Nasi Humbal dari Loksado HSS, Dimasak Pakai Bambu 100 Persen Alami, ini yang Harus Disiapkan

Kapal Laut Masih Jadi Favorit Warga Tanahbumbu Bepergian ke Dua Daerah ini

Selanjutnya, dibakar di perapian, seperti halnya nasi humbal.

Namun, untuk nasi humbal, sebelumnya beras dibungkus dengan daun lirik.

Untuk mendapatkan daun tersebut, anak-anak Loksado, terdiri Mita, Wirda, Ela serta dua teman laki-lakinya Sudi dan Evan harus masuk hutan.

“Soalnya kalau menggunakan daun pisang, atau jenis daun lain, nasi humbal bisa gagal dimasak dengan baik. Karena kalau daun pisang bisa pecah kalau dilipat. Sedangkan daun lirik, lebih kuat, dan aroma nasinya juga lebih wangi setelah matang,” ungkap Mita, yang bertugas memotong batang bambu saat membuat nasi humbal.

Dalam satu ruas bambu, bisa memasak sampai 15 bungkus nasi dengan daun lirik.

Proses memasak nasi humbal maupun lauk bapalan adalah antara satu setengah jam, sampai dua jam.

(banjarmasinposttravel.tribunnew.com/hanani)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved