Hutan Galam Perawan Swarangan

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/roy
Suasana jalan tambang PT JBG yang elok dan rindang oleh pepohonan. Ini akses menuju hutan galam perawan setempat. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, PELAIHARI - KEBERADAAN hutan galam perawan di sekitar pesisir pantai di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), menarik perhatian sejumlah kalangan.

Terutama dari kalangan akademisi.

Mereka penasaran dan tertarik untuk melihat dari dekat.

Maklum, meski galam bukan kayu hutan yang bernilai ekonomis tinggi, namun populasi kayu khas hutan tropis di Pulau Kalimantan ini sekarang makin sulit didapatkan.

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Berdekatan dengan Port Emas Hitam

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Cuma Setengah Jam dari Kota Pelaihari

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Berada di Area APL, Luasannya Puluhan Hektare

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Bak Arburetum, Titiannya Berlapis Karet Tebal

Apalagi yang berdiameter belasan sentimeter dengan panjang lebih dari delapan meter dan lurus.

Karena itu sejumlah akademisi dan mahasiswa pernah datang dan berinteraksi dengan hutan galam perawan yang terletak di sekitar perkantoran dan port PT Jorong Barutama Greston (JBG).

Di antaranya dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin.

Lebih dari itu mereka kemudian melakakukan kerjasama dengan manajemen perusahaan penanaman modal asing (PMA) dari Thailand tersebut.

Data pada perusahaan tambang batu bara tersebut, kerjasama tersebut dilakukan sekitar sembilan tahun lalu atau pada 2011.

Kerjasamanya berupa penelitian dan pembiakkan kayu galam setempat.

Sebagian ditanam di lahan rawa dan sebagian di daratan.

Polanya yakni stek batang anakan galam berdiameter sekitar satu hingga satu setengah sentimeter sepanjang sekitar satu meter.

"Namun kemarin itu belum berhasil. Memang ada yang sempat tumbuh tapi kemudian layu dan mati," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang (KTT) PT JBG Ir I Gde Widiade didampingi staf eksternal Idhar, Sabtu (21/3/2020).

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/roy)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved