Hutan Galam Perawan Swarangan

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Dilingkupi Banyak Jenis Kayu Khas Tropis

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Dilingkupi Banyak Jenis Kayu Khas Tropis

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Dilingkupi Banyak Jenis Kayu Khas Tropis
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/roy
Inilah habitat kayu galam yang masih perawan yang berada di lingkungan port PT JBT di Swarangan, Jorong, Tanahlaut. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, PELAIHARI - LAHAN rawa dan sebagian daratan di sekitar pesisir pantai di Desa Swarangan, Kecamatan Jorong, Kabupaten Tanahlaut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), yang berada di lingkungan perkantoran dan port PT Jorong Barutama Greston (JBG) tak cuma menjadi habitat galam (melaleuca cojuputi).

Lebih dari itu di kawasan hutan galam perawan tersebut juga banyak ditumbuhi beragam jenis tumbuhan hutan tropis lainnya.

Setidaknya yang tekah terdeteksi mencapai belasan jenis, baik berupa tumbuhan kayu keras, besar maupun kecil.

Merujuk informasi jenis tumbuhan di kawasan setempat yang terpampang di papan informasi di gazebo di Natural Galam Track di lingkungan perkantoran PT JBG, jumlahnya sebanyak 18 jenis selain galam.

Mayoritas merupakan jenis tumbuhan kayu keras.

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Berdekatan dengan Port Emas Hitam

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Cuma Setengah Jam dari Kota Pelaihari

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Berada di Area APL, Luasannya Puluhan Hektare

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan Tanahlaut, Bak Arburetum, Titiannya Berlapis Karet Tebal

Eksotisme Hutan Galam Perawan Swarangan, Perguruan Tinggi Pun Datang dan Lakukan Pembiakkan

Jenisnya meliputi Laban (citex pinnata), Bangkal (naucica subdita/korth), Pelawan Merah (tritanlopsis merguensis griff), Belangeran (shorrea belangeran), Waru Laut (hibiscus tivaceus), Cemara Laut (casuarina equissatifalla), Kayu Putih (melalueca leucadendron), dan Ketapang (terminalia catappa).

Llau, Pulai (aistonia spularis), Nipah (nypa fruticans), Karamunting (melastoma sp), Kayu Kuku (periscopis mooniana), Jambu-jambuan (eugenia sp), Nyamplung (calophyllum inophyllum), Akasia (acacia mangium), Mangga (mangifera indika), Rotan Sempurut (calameae), dan Macaranga (macaranga sp).

Tumbuhan khas hutan tropis itu sebagian besar tumbuh subur secara alami di area daratan bercampur dengan kayu galam.

Sedangkan di area lawan rawa setempat di kawasan tersebut hanya ditumbuhi kayu galam.

"Jadi, hutan galam perawan di tempat kami ini juga bisa disebut sebagai kawasan konservasi tumbuhan hutan tropis," ucap Mine Head/Kepala Teknik Tambang (KTT) PT JBG Ir I Gde Widiade didampingi staf eksternal Idhar, Sabtu (21/3/2020).

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/roy)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved