Agrowisata Cabai Terpedas di Tapin

Cabai Hiyung dari Tapin Jadi Objek Studi Banding dan Penelitian Mahasiswa Pertanian

Cabai Hiyung dari Tapin Jadi Objek Studi Banding dan Penelitian Mahasiswa Pertanian

Cabai Hiyung dari Tapin Jadi Objek Studi Banding dan Penelitian Mahasiswa Pertanian
banjarmasinposttravel.com/mukhtar wahid
Inilah persemaian bibit pohon cabai rawit Hiyung 17 kali pedasnya dari cabai rawit biasa, Selasa (24_3_2020) 3 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, RANTAU - Lahan di Desa Hiyung, merupakan lahan rawa gambut.

Sekitar awal April 2020 ini akan melakukan tanam cabai perdana.

Mama Bainah, adalah satu petani cabai rawit di Desa Hiyung mengaku menunggu masa tanam, membuat bibit pohon cabai.

Menurutnya, bibit pohon cabai yang disemai, kemudian dibesarkan dalam polibag kerap dikunjungi para mahasiswa.

Dikembangkan di Desa Hiyung Tapin, Cabai ini Pedasnya 17 Kali dari Cabai Rawit

Cabai Hiyung Dijadikan Ikon Pertanian Hortikultura di Tapin, Kini Tersedia dalam Bentuk Abon

Para mahasiswa itu belajar sekaligus menjadikan objek penelitian budidaya tanaman cabai rawit terpedas tersebut.

Dari usaha membuat bibit pohon cabai, mampu untuk mencukupi biasa dapur.

Itu karena bibit itu kerap dibeli pengunjung.

Satu bibit pohon cabai dihargai Rp 3.000 dikalikan 1000 bibit yang terjual dalam sekali transaksi.

Mama Bainah, berhasil membiayai dua anaknya yang kuliah dan belajar di pesantren dari tanaman cabai rawit terpedas.

Dana penjual bibit pohon cabai sebagian untuk biaya menanam cabai di lahan milik seluas satu hektare (ha).

"Ada 113 hektare (ha) luas tanam cabai di Desa Hiyung," tambah Junaidi.

(Banjarmasinposttravel.tribunnews.com/ tar)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved