Wisata Pantai di Tanahlaut

Keindahan Pantai Menyatu dengan Eksotisnya Hutam Galam di Jorong Beach Tanahlaut

Bentang panjang pantai Jorong Beach Galam yang telah ditata sudah mencapai ratusan meter

Keindahan Pantai Menyatu dengan Eksotisnya Hutam Galam di Jorong Beach Tanahlaut
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/roy
Jalan koridor tambang menuju Pantai Jorong Beach Galam di Swarangan berpagar dan berpayungkan pepohonan pinus sehingga suasananya cukup rindang. 

Selain itu, lanjutnya, juga menjadi pusat riset flora fauna hutan tropis bagi kalangan akademisi maupun pihak lain yang konsen terhadap pelestarian plasma nutfah. Apalagi keberadaan hutan di masa mendatang bakal makin menjadi kekayaan alam yang snagat mahal bagi masa depan bumi.

Karena itu manajemen JBG membuka diri terhadap kalangan akademisi yang ingin melakukan kunjungan atau penelitian. Termasuk bagi kalangan pelajar dan mahasiswa dalam upaya mengenalkan dan mendekatkan generasi muda dengan alam.

Gde mengatakan kelak ketika JBG telah mengakhiri aktivitas penambangan batu bara di wilayah setempat, hutan galam perawan tersebut bakal diserahkan kepada pemerintah daerah. Harapannya kelak dapat dijadikan arburetum di Banua ini.

Arburetum adalah tempat konservasi flora fauna atau kebun botani yang di dalamnya banyak koleksi beragam jenis tumbuhan dilengkapi dengan keterangan nama dan beberapa informasi lainya yang berguna bagi pengunjung.

Teridentifikasi Belasan Kayu Khas Kalimantan

KAWASAN hutan galam perawan yang berada di sekitar perkantoran PT JBG berada pada dua jenis lahan yakni di lahan rawa dan daratan. Lahan rawa ditumbuhi galam dengan tegakan pohon yang sangat rapat (berdempetan). Sedangkan lahan daratan campuran antara galam dan sejumlah jenis tumbuhan hutan tropis lainnya.

Beragam jenis pepohonan yang berada di kawasan hutan galam tersebut sebagian dilengkapi kertas tebal berukuran kecil berisi informasi nama jenis kayu disertai nama latinnya. Merujuk data yang terpampang di papan informasi di gazebo di kawasan hutan setempat, setidaknya telah terdeteksi 19 jenis kayu hutan tropis.

Kesembilan belas jenis kayu tersebut yakni Galam (melaleuca cojuputi), Laban (citex pinnata), Bangkal (naucica subdita/korth), Pelawan Merah (tritanlopsis merguensis griff), Belangeran (shorrea belangeran), Waru Laut (hibiscus tivaceus), Cemara Laut (casuarina equissatifalla).

Kemudian, Kayu Putih (melalueca leucadendron), Ketapang (terminalia catappa), Pulai (aistonia spularis), Nipah (nypa fruticans), Karamunting (melastoma sp), Kayu Kuku (periscopis mooniana), Jambu-jambuan (eugenia sp), Nyamplung (calophyllum inophyllum), Akasia (acacia mangium), Mangga (mangifera indika), Rotan Sempurut (calameae), dan Macaranga (macaranga sp).

Semuanya tumbuh subur secara alami. Pengunjung yang datang dapat melihat dari dekat hingga di 'jantung' hutan setempat karena tersedia track berupa titian kayu berlapis karet tebal yang sangat nyaman ditapaki dan persis membelah bagian tengah hutan galam perawan itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved