Pengrajin Gerabah Desa Bayanan

Banyak Pengrajin Berhenti Produksi, karena Tak Sabar Menanti Pembeli

Banyak pengrajin yang berhenti berproduksi, karena menjadi pengrajin gerabah harus sabar menanti pembeli

Banyak Pengrajin Berhenti Produksi, karena Tak Sabar Menanti Pembeli
banjarmasinposttravel.com/hanani
Hasil akhir produk gerabah yang siap dipasarkan ke daera-daerah di Kalsel, Kateng, Katim, hingga Bali. 

Diakui Nawari, banyak pengrajin yang berhenti berproduksi, karena menjadi pengrajin gerabah harus sabar menanti pembeli.

Itu karena yang ditawarkan adalah barang seni yang bukan kebutuhan pokok.

Apalagi, jika tak punya mitra pemasaran.

Dijelaskan, sebagian gerabah karya warga Bayanan dipasarkan ke Desa Barikin, Haruyan, HUlu Sungaii Tengah.

Selain itu dikirim ke Katim, Kalteng dan wilayah Kalsel lainnya.
“Alhamdulillah 50 persen masih bertahan dan tetap mengembangkan kerajinan ini,”pungkasnya.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/hanani)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved