Pengrajin Gerabah Desa Bayanan

Pengrajin Gerabah Desa Bayanan HSS Sering Menerima Pesanan dari Luar Derah

Untuk harga gerabah yang dijual di Desa Bayanan cukup terjangkau, dari Rp 5.000 sampai harga tertinggi Rp 750.000.

Pengrajin Gerabah Desa Bayanan HSS Sering Menerima Pesanan dari Luar Derah
banjarmasinposttravel.com/hanani
Hasil akhir produk gerabah yang siap dipasarkan ke daera-daerah di Kalsel, Kateng, Katim, hingga Bali. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, KANDANGAN - Jika mengunjungi Kecamatan Daha Selatan dan ingin mencari barang pajangan buat di rumah, atau di kantor ataupun membelikan oleh-oleh celengan untuk anak-anak, mampir saja di Desa Bayanan.

Kampung ini, pusat pengrajin gerabah handal, yang mampu memproduksi karya berbahan tanah liat tersebut.

Menuju desa itu, menempuh jarak 30 kilometer dari Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Untuk harga, cukup terjangkau, dari Rp 5.000 sampai harga tertinggi Rp 750.000.

Sasar Menengah ke Atas, Pengrajin Gerabah Desa Bayanan HSS Berinovasi dengan Produk ini

RTH Rantau Baru, Areal Persawahan yang Jadi Alternatif Rekreasi di Tapin

Seperti barang pajangan, berupa celengan jumbo berbentuk buah terong ungu.

Ernawati, pemilik usaha kerajinan gerabah di desa itu mengaku sering menerima pesanan gerabah ukuran jumbo dari luar daerah.

“Seperti Kalteng dan Kaltim. Sedangkan dari Kalsel, kebanyakan dipasarkan oleh pedagang di Desa Barikin, Kecamatan Haruyan, Hulu Sungai Tengah.

Ernawati mengatakan, buah terong ungu buatan suaminya itu dibanderol dengan harga Rp 750.000.

“Soalnya selain menghasilkan banyak tanah liat dan cat, perlu waktu sampai tiga hari membuatnya. Tingkat kesulitannya juga cukup tinggi, dibanding membuat versi kecilnya,”ungkapnya.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/hanani)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved