Alunalun Ratu Zalecha Martapura

Alunalun Ratu Zalecha Martapura Menyimpan Sejarah Agung dan Heroik Masa Silam

Ada nilai histori atau sejarah agung di balik penamaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha (Raza)

Alunalun Ratu Zalecha Martapura Menyimpan Sejarah Agung dan Heroik Masa Silam
banjarmasinposttravel.com/roy
Inilah RTH Ratu Zalecha, Martapura, yang menyajikan panorama yang cukup eksotis. Tempat ini kerap menjadi beragam aktivitas warga Kota Martapura dari beragam strata usia. 

Di tempat pengasingan itu, ia menghabiskan sisa-sisa usianya. Ratu Zaleha diikuti oleh ibunya Nyai Salamah.

Keluarga Ratu Zaleha sebagai kelompok Pagustian dianggap berbahaya untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah. Sebagai orang tawanan Gusti Muhammad Arsyad mendapat tunjangan sebesar f300, perbulan terhitung sejak 1 Mei 1906.

Sedangkan isterinya, Ratu Zaleha, mendapat f125, sebagai tambahan untuk memelihara 7 orang anggota keluarganya. Tunjangan ini berdasarkan surat Sekretaris Goebernemen 25 Juli 1906 no. 1198 yang ditujukan kepada Ekslensi Gubernur Jenderal Hindia Belanda, dan Asisten Residen Bogor.

Pada masa tuanya sang Ratu kembali ke kampung halamannya setelah sekian tahun berada di pembuangan dan meninggal pada tanggal 23 September 1953 dan kemudian dimakamkan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Berkat nilai kejuangan yang tinggi itulah, nama Ratu Zaleha disematkan sebagai nama sejumlah tempat atau fasilitas penting. Di antaranya yakni menjadi nama rumah sakit umum daerah (RSUD) milik Pemkab Banjar yakni RSUD Ratu Zalecha di Jalan Menteri Empat. Juga menjadi nama RTH Ratu Zalecha di Jalan A Yani.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/roy)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved