Bingka Barandam

Bingka Barandam Maknyus untuk Berbuka, Begini Cara Pembuatannya

Bingka barandam memiliki tekstur yang tergolong lembut. Keunikannya terletak pada adanya pemberian kuah.

banjarmasinpost.co.id/mariana
Proses pembuatan bingka barandam oleh Eka Heriyanti. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN  -  Pandemi Covid-19 saat ini tak menyurutkan pengusaha kuliner untuk memproduksi berbagai makanan khas Banjar untuk masyarakat.

Di antaranya adalah bingka barandam. Tekstur dari kue ini sendiri tergolong lembut.

Keunikannya terletak pada adanya pemberian kuah.

Hal ini sesuai dengan namanya, yakni barandam yang secara harafiah bermakna berendam atau mendekam dalam air.

Banyak Pilihan Kuliner di Wisata Siringlaut Kotabaru dari Makanan Laut hingga Makanan Ringan

VIDEO: Rumah Makan Patin Pinggir Sungai, Wisata Kuliner Khas Banjarmasin

Ada 80 Kuliner Khas Banjar di KWK Mawarung Baimbai Banjarmasin, Rp 10 Ribu Sudah Bisa Kenyang

Salah satu penjual bingka berandam di Banjarmasin, Eka Heriyanti menjelaskan, durasi pembuatan bingka barandam sekitar 1 jam.

Bahan yang disiapkan ada lima butir telur, garam satu sendok teh atau secukupnya, dan tepung terigu secukupnya atau sekitar 100-200 gram.

"Bahan-bahan tersebut bisa menghasilkan 18 biji kue bingka barandam. Untuk pembuatan gula atau kuahnya, diperlukan 3.500 cc air, 600 gram gula pasir, daun pandan, dan cengkeh," ujarnya kepada Banjarmasinpost.co.id.

Cara membuatnya, telur dihaluskan menggunakan mixer sekitar 30 menit.

Setelah halus tuang tepung terigu secara perlahan, estimasinya yakni satu butir telur 1-1,5 sendok makan tepung terigu tergantung ukuran telur.

Adonan siap untuk dimasak, sebelumnya panaskan loyang agar saat proses memasak kue tidak lengket.

Selanjutnya tuang adonan ke loyang disertai nyala api kecil, untuk tingkat kematangan sempurna sebaiknya loyang ditutup.

Diakuinya, bisnis bingka barandam ini rutin dijalankannya saat memasuki bulan Ramadan, harga bingka barandam dibanderol Rp 2.500 per biji atau Rp 5.000 per kotak isi dua biji.

Selain bingka brandam ia juga menjual es buah Rp 5.000 per cup.

Dibanding tahun lalu, terjadi penurunan omzet di masa pandemi.

Inilah Mie Bancir, Kuliner Khas Banjar dengan Nama yang Unik, Seperti Apa Rasanya?

Penurunan omzet diakuinya karena lapak yang buka hanya satu yakni di kawasan Mesjid Jami, sedangkan lapak lainnya di Jalan Cemara dan Jalan Pulau Laut harus tutup karena diberlakukannya PSBB di Banjarmasin.

Untuk bingka berandam terjual sekitar 60 biji per hari, pembelian minimal Rp 25.000 digratiskan ongkos kirim untuk area Kota Banjarmasin.

Pengantaran dilakukan pada sore hari setelah Ashar. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved