Aruh Adat Dayak Pegunungan Meratus

Aruh Adat Suku Dayak Desa Labuhan HST, Bunga Tahun yang Wajib Ada

Desa Labuhan berjarak 23 kilometer dari pusat Kota Barabai atau setara 40 menit berkendara.

banjarmasinposttravel.com/eka pertiwi
Proses pembakaran lamang diperlukan waktu hingga empat jam 

Menurutnya penting pelaksanaan aruh adat saat musim panen berakhir. Ia bersyukur meski tak dapat mengundang banyak warga adat lainnya, pihaknya dapat melaksanakan aruh adat bersama keluarga terdekat.

Dalam aruh adat, selain pelaksanaan bersama warga adat Dayak, juga diperlukan sesajen.

Persembahan atau sesajen dalam aruh ada di Desa Labuhan, Seperti lamang, pupudak, dodol, ayam kampung, wajik, kelapa, dodol putih, cangkaruk, cucur, pisang amas, pisang paleng, hingga gula merah.

Sedangkan aruh ganal biasanya menggunakan hadangan dan kambing.

Untuk aruh adat bahan utama yang tak boleh ketinggalan yakni ketan. Ketan ini dimasak untuk berbagai menu seperti lamang, dodol, dan wajik. Sedangkan kue lainnya terbuat dari tepung beras.

Rupanya ada filosofi mengapa ketan menjadi bahan wajib. Menurutnya, kepercayaan Suku Dayak, ketan memiliki filosofi kesejahteraan dan kerakatan (keakraban, red).

“Makanya ketan itu wajib ada. Jadi supaya rakat dan sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, bunga tahun wajib ada dalam acara sakral ini.

Bunga tahun merupakan bunga tahunan di Pegunungan Meratus. Bunga ini hanya berbunga setahun sekali.

Warga Dayak Desa Labuhan percaya jika bunga tahun ini mekar artinya ritual aruh adat harus dilaksanakan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved