Aruh Adat Dayak Pegunungan Meratus

Menggunakan Daun ini, Lamang Olahan Warga Dayak Desa Labuhan HST Berbeda dari yang Lain

Mengapa berbeda dengan lamang kebanyakan? Menurut warga Dayak di Labuhan, Hadi, daun henau akan membuat aroma lamang berbeda.

banjarmasinposttravel.com/eka pertiwi
Proses memasukan beras ke bambu dilapisi daun hanau 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BARABAI - Lamang merupakan makanan khas dari Kalimantan Selatan.

Jika umumnya bungkus lamang dari daun pisang, tidak untuk pembuatan lamang di Desa Labuhan.

Bahkan, menu wajib saat aruh adat ini dibuat menggunakan daun henau (daun dari pohon aren).

Mengapa berbeda dengan lamang kebanyakan? Menurut warga Dayak di Labuhan, Hadi, daun henau akan membuat aroma lamang berbeda.

Bagi Dayak Desa Labuhan, Bunga Tahunan Pegunungan Meratus ini Wajib Ada dalam Aruh Adat

Semua Warga Dayak Desa Labuhan HST Gotong Royong Mempersiapkan Aruh Adat dengan Berbagi Tugas

Warga Dayak Desa Labuhan HST Boleh Menyantap Makanan yang Disediakan Setelah Pelaksanaan Aruh Adat

Bahkan, menurutnya aroma akan khas dan jauh lebih wangi.

Selain itu, batang bambu yang digunakan juga jauh lebih kecil.

Menu lainnya yakni pupudak alias wadai sunduk lawang.

Jika biasanya sunduk lawang atau pupudak menggunakan lidi sebagai penjepit daun, warga di Labuhan menggunakan serat batang kayu.

Batang kayu ini diraut setipis mungkin hingga membentuk tali agar dapat diikat.

Bahan yang digunakan juga merupakan hasil pertanian di sana, seperti tepung beras yang berasal dari beras, gula merah, hingga santan.

Begitu pun dengan cucur.

Warga menggunakan batang bambu agar memudahkan mengaduk, termasuk membuat penjepit dari bambu.

"Bahan utamanya memang dari beras ketan, beras, gula, dan kelapa," ujarnya.

(Banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved