Aruh Adat Dayak Pegunungan Meratus

Semua Warga Dayak Desa Labuhan HST Gotong Royong Mempersiapkan Aruh Adat dengan Berbagi Tugas

Memasak untuk aruh adat tak hanya dilakukan oleh satu umbun, bahkan, hampir seluruh warga bergotong royong untuk persiapan.

banjarmasinposttravel.com/eka pertiwi
Proses pembakaran lamang diperlukan waktu hingga empat jam 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BARABAI - Persiapan aruh adat di wilayah Pegunungan Meratus seperti di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Timur biasanya dikerjakan bersama-sama oleh umbun (keluarga) yang bakal melaksanakan aruh adat.

Aruh adat juga tak melulu dilaksanakan di Balai Adat.

Aruh adat juga boleh dilaksanakan di rumah, terlebih saat selesai panen.

Aruh adat yang dilakukan di balai biasanya merupakan aruh ganal.

Bahkan, untuk persiapan pelaksanaan aruh adat dilakukan jauh-jauh hari.

Bagi Dayak Desa Labuhan, Bunga Tahunan Pegunungan Meratus ini Wajib Ada dalam Aruh Adat

Berburu Ketupat Batumis di Kota Martapura, Berikut Lokasi Tempat Makan yang Menjualnya

Kesejukan dan Kedamaian di Hutan Kota Kawasan Gubernuran

Persiapan dilakukan oleh warga adat Dayak di Labuhan.

Termasuk persiapan untuk masak seperti mencari kayu bakar, daun, bambu, hingga memberikan sumbangan untuk acara aruh.

Sumbangan juga beragam, ada beras, ketan, gula, hingga uang.

Memasak untuk aruh adat tak hanya dilakukan oleh satu umbun, bahkan, hampir seluruh warga bergotong royong untuk persiapan.

"Kayu bakar mencari di hutan. Karena persiapannya singkat seluruh warga mencari kayu kering. Baru diangkut. Untuk memasak lamang perlu kayu yang banyak," bebernya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved