Aruh Adat Dayak Pegunungan Meratus

Warga Dayak Desa Labuhan HST Boleh Menyantap Makanan yang Disediakan Setelah Pelaksanaan Aruh Adat

makanan ini hanya boleh dimakan sehari setelah dimasak dan usai pelaksanaan aruh adat.

banjarmasinposttravel.com/eka pertiwi
Cucur merupakan menu sesajen dalam aruh adat/Eka Pertiwi 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BARABAI - Jika biasanya, usai memasak kita boleh mencicipi masakan, tidak dalam ritual aruh adat.

Bagi masyarakat adat Dayak di Desa Labuhan Kecamatan Batang Alai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, pantang mencicipi makanan sebelum aruh dilakukan.

Pasalnya, menurut kepercayaan pamali jika memakan sebelum pelaksanaan aruh.

Bagi Dayak Desa Labuhan, Bunga Tahunan Pegunungan Meratus ini Wajib Ada dalam Aruh Adat

Semua Warga Dayak Desa Labuhan HST Gotong Royong Mempersiapkan Aruh Adat dengan Berbagi Tugas

Artinya, makanan ini hanya boleh dimakan sehari setelah dimasak dan usai pelaksanaan aruh adat.

Kepala Lembaga Adat Dayak Desa Labuhan, Suan, menjelaskan aturan ini merupakan kepercayaan leluhur.

Sebelum aruh adat selesai dilarang memakan sesajen.

Namun, bebernya, usai aruh dilakukan maka seluruh makanan wajib dibagikan.

"Setelah aruh baru boleh dimakan. Biasanya memang untuk dibagi-bagikan," ujarnya.

Pelaksanaan aruh pun dilakukan sejak malam hari hingga pagi.

Desa Labuhan merupakan satu dari banyak Desa yang masih menjunjung adat dan budaya leluhur.

Jarak antara Desa Labuhan dengan Kota Barabai sejauh 23 kilometer, atau setara 40 menit berkendara.

(Banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Eka Pertiwi)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved