Hutan Kota

Hutan Kota Pelaihari Berkonsep Terpadu, Terintrigasi dengan Taman Anggrek dan Mina Tirta

Hutan Kota Pelaihari bakal terintegrasi dengn Taman Mina Tirta dan Taman Anggrek.

banjarmasinpost.co.id/idda royani
Hutan Kota Pelaihari terlihat eksotis dengan beragam tanaman tropis. Ke depan, pengembangan hutan kota Pelaihari akan menggunakan konsep terpadu dengan tempat wisata kota yakni Taman Kota Mirna Tirta dan Taman Anggrek. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, PELAIHARI -  Berkonsep terpadu dengan objek wisata lainnya, demikianlah konsep pengembangan Hutan Kota Pelaihari.

Ke depannya, Hutan Kota Pelaihari bakal terintegrasi dengn Taman Mina Tirta dan Taman Anggrek.

"Ke depan, pengelolaan dan pengembangan Hutan Kota diintegrasikan dengan objek wisata Taman Mina Tirta," jelas Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tala Ismail Fahmi, Selasa (16/6/2020).

Antara Taman Mina Tirta dengan Hutan Kota memang tersambung meski dipisahkan oleh ruas Jalan Hadji Boejasin.

Potret Hutan Alami, Hutan Kota Pelaihari Ditumbuhi Beragam Pepohonan Tropis

Bermain di Hutan Kota Pelaihari Semakin Asyik, Ada Wahana Paintball

Keren Buat Selfie, Begini Rumah Pohon Berdesain Unik di Hutan Kota Pelaihari

Namun terhubung oleh sungai buatan yang berada di kawasan Orchid Park (Taman Anggrek) yang berada di muara Jalan Hutan Kota.

Sungai buatan itu pada bagian hulu terhubung dengan sungai alami di kawasan Hutan Kota.

Sedangkan di bagian hilir tersambung ke danau buatan di Taman Mina Tirta setelah membelah ruas Jalan Hadji Boejasin yang di bagian atasnya dibangun jembatan permanen.

Konstruksi jembatan tersebut cukup tinggi. Karena itu beberapa tahun lalu fasilitas wisata di Taman Mina Tirta berupa perahu bebek pernah diperpanjang rutenya hingga menjangkau Orchid Park. Perahu bebek leluasa melintas di bawah jembatan tersebut.

Taman Mina Tirta sejak sekitar tiga tahun terakhir juga kian diminati warga untuk bersantai. Hal ini seiring pemolesan dan pelengkapan fasilitas seperti penataan taman, pembangunan kafe-kafe mini berdesain minimalis hingga pemasangan lampu warna-warni.

Tata Sungai

GUNA memaksimalkan pengintegrasian Taman Mina Tirta dan Hutan Kota, jelas Fahmi, pihaknya berencana menata sungai di Hutan Kota yakni pada bagian hilir. Pasalnya, sungai yang ada saat ini diselubungi semak belukar dan juga dangkal.

Karena itu agar kelak dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk wisata, diperlukan penataan seperti pembersihan dan pendalaman sungai. Dengan begitu perahu bebek dari Taman Mina Tirta dapat menjangkau langsung ke kawasan Hutan Kota.

Hutan Kota Pelaihari Mudah Dijangkau, Berada di Belakang Pusat Perkantoran

Punya Area Luas, Parkir Hutan Kota Pelaihari Berpayung Pepohonan Rindang

Pengintegrasian tersebut diyakini mampu mendongkrak kunjungan wisata di Hutan Kota maupun di Taman Mina Tirta serta Orchid Park. Apalagi ketiga objek wisata itu letaknya berdekatan sehingga pengunjung bisa sekaligus mengunjungi ketiganya.

Akses menuju ketiga objek wisata tersebut juga sangat nyaman karena berada di tepi jalan raya. Mudah dijangkau karena terletak di tengah kota dan dapat diakses dari berbagai penjuru. (banjarmasinposttravel.tribunnews.com/idda royani)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved