Bukit Matang Kaladan Kalsel

Gugusan Pulaunya Menakjubkan, Bukit Matang Kaladan Kalsel Tak Kalah dengan Raja Ampat

bukit bernama Matang Kaladan ini sekilas menyerupai gugusan di Raja Ampat. Indah dan memukau.

banjamasinpost.co.id/stanislaus sene
Puncak Bukit Matang Kaladan Mirip Gugusan Pulau Raja Ampat. 

Editor : Hari Widodo

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BANJAR - Terletak di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Bukit Matang Kaladan menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi.

Bukit ini berada di area Dermaga Bendungan Riam Kanan yang berjarak kurang lebih satu setengah Jam dari Bandar Udara Syamsuddin Noor. Tidak sulit untuk menemukan jalur naik ke bukit Matang Keladan ini. (Senin, 29/06/20)

Pemandangan di bukit ini tak kalah indah dari Raja Ampat. Selain barisan bukit hijau, objek wisata yang berada di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan ini memiliki bendungan Riam yang membendung delapan sungai dari pegunungan Meratus.

Bendungan ini sangat vital karena menjadi sumber energi untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air di wilayah Banjarmasin.

VIDEO Keindahan Dusun Nanai di Kabupaten Balangan, Ada Pesona Bukit dan Sungai Masih Alami

Upacara Tiwah di Bukit Batu Selalu Dipadati Wisatawan Lokal dan Asing

Misteri Bebatuan di Bukit Batu, Konon Legenda Menyebutkan Berasal dari Kayangan

Berada di tengah-tengah bukit barisan, bukit bernama Matang Kaladan ini sekilas menyerupai gugusan di Raja Ampat. Indah dan memukau.

Pengelola Bukit Matang Kaladan, Julfani mengatakan obyek wisata ini sampai hari ini masih ditutup dari pengunjung akibat adanya pandemi Covid 19.

"Sampai hari ini, kita masih tutup secara resmi dari pengunjung, tapi namanya juga masyarakat, pasti ada saja yang berkunjung," ungkapnya saat ditemui Banjarmasinpost.co.id.

Pria sapaan Amang Jul ini mengatakan selama pemerintah setempat masih belum mengizinkan, pihaknya bersama para pengelola lainnya mempunyai waktu untuk merenovasi atau memperbaiki beberapa spot foto yang sudah rusak.

"Kita belum diizinkan pemerintah kabupaten Banjar untuk membuka objek wisata ini, oleh karena itu kesempatan ini, kami gunakan untuk membuat perbaikan beberapa spot foto yang tidak dan menambahkan beberapa spot lagi biar semakin menarik minat," lanjutnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved