Air Terjun Sidando Balangan

Air Terjun Sidando Balangan Mulai Dikenal Setelah Kedatangan Sekelompok Remaja

Air Terjun Sidando merupakan satu objek wisata alam di Desa Puyun yang memberikan daya tarik tersendiri bagi sebagian orang.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.com/isti rohayanti
Beberapa anak terlihat mandi di objek wisata alam air terjun Sidando, Desa Puyun, Kecamatan Halong, Kabupaten Balangan, Kalsel 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, PARINGIN - Air Terjun Sidando merupakan satu objek wisata alam di Desa Puyun yang memberikan daya tarik tersendiri bagi sebagian orang.

Air Terjun ini bisa ditempuh kurang lebih dua jam dari Ibu Kota Kabupaten Balangan, yakni paringin.

Keberadaan Air Terjun Sidando rupanya diabaikan oleh masyarakat setempat.

Pasalnya warga sudah terbiasa akan kondisi hutan pegunungan di kawasan mereka.

Akan tetapi sejak 2016 lalu, ketika dikunjungi oleh sekelompok remaja, air terjun itupun ramai pendatang.

Air Terjun Sidando Desa Puyun Balangan, Wisata Tersembunyi di Tengah Hutan Rimba

"2016 lalu ada beberapa remaja ke sini, mereka mengeskpos dan mengeksplorasi air terjun ini. Kemudian tak lama setelah itu, pengunjung yang lain mulai ramai berdatangan," jelas aparat Desa Puyun, Zainal Abidin.

Lebih lanjut ucapnya, Air Terjun Sidando juga telah mendapatkan perhatian dari pemerintah.

Dalam tempo cepat, pihak Pemkab Balangan merencakan pembangunan toilet dan pendopo.

Ramainya Air Terjun Sidando juga membuat desa kerab kedatangan orang luar.

Lantas pihaknya pun mengimbau agar pelancong wisata yang datang ke desa bisa menginformasikan perjalanan mereka.

Selain itu menjaga alam di kawasan tersebut serta dilarang membuang sampah sembarangan.

Air Terjun Sidando ujar Zainal juga akan lebih dikelola dan diserahkan kepada Pokdarwis.

Tentunya, untuk pengelolaan tersebut ia berharap adanya pembinaan dari SKPD terkait.

Sebagaimana diketahui, untuk menuju Air Terjun Sidando diperlukan waktu kurang lebih 50 menit, estimasi perjalanan secara normal menggunakan sepeda motor melewati Jalan Usaha Tani sekitar 20 menit berjarak kurang lebih 4 kilometer.

Kemudian berjalan kaki hingga kurang lebih tiga kilo meter di hutan rimba yang memerlukan waktu kisaran 30 menit.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/isti rohayanti)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved