Wisata Religi di Banjarmasin

Kegiatan ini Selalu Ditunggu Masyarakat di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin

Beberapa tahun ini, setiap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin tradisi Baayun Maulid

istimewa
baayun maulid 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, BANJARMASIN - Beberapa tahun ini, setiap peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW di Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin di Jalan Kuin Utara ada tradisi Baayun Maulid.

"Baayun maulid dilakukan tiap tanggal 12 Rabiul Awal dan kegiatannya sejak Ketua Badan Pengelola Masjid Sultan Suriansyah dipimpin pak Muhidin," papar H Aminsyah, pengurus remaja Masjid Sultan Suriansyah.

Biasanya Baayun Maulid dilakukan dengan mengayun anak atau bayi sambil membacakan salawat Nabi Muhammad SAW.

"Acara Baayun Maulid yang diselenggarakan tiap tahun ini tak hanya diikuti anak-anak, juga orangtua. Ada yang berusia 80 tahun lebih. Jumlah peserta pun membludak, hingga ratusan orang," papar Amin.

Ziarah ke Makam Sultan Suriansyah, Jangan Lupa Sempatkan Salat di Masjid Tertua di Kalsel ini

Menuju Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin Lebih Seru Lewat Jalur Sungai

Bangunan Masjid Sultan Suriansyah Berbentuk Rumah Panggung Khas Banjar

Bangunan Masjid Sultan Suriansyah Mengadaptasi Arsitektur Masjid Agung Demak

Dari Dulu Arsitektur Masjid Sultan Suriansyah Tak Mengalami Perubahan

Event ini digelar untuk syiar Islam sekaligus promo wisata religi Masjid Sultan Suriansyah.

Pengunjung yang datang tak hanya dari Banjarmasin, tapi juga luar daerah.

Sesuai dengan kalimat yang membentuknya, yakni baayun yang artinya mengayun ayunan dan maulid Nabi Muhammad SAW.

Baayun Maulid memang kental dengan nilai sejarah proses akulturasi masuknya Islam ke Kalimantan Selatan.

Tradisi Baayunnya sendiri sudah ada sebelum Islam masuk di Kalimantan Selatan, mulanya di wilayah Kabupaten Tapin.

"Esensi yang harus diambil adalah kita dapat meneladani katauhidan kelahiran Nabi Muhammad yang istimewa dan dimuliakan oleh Allah SWT. Baayun nya sendiri bukan merupakan syariat Islam. Tapi dipadukan dengan budaya lokal agar ajaran Islam bisa menyatu dan mengakomodir budaya lokal, sejauh tidak di luar akidah," katanya.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/syaiful anwar)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved