Pantai Batakan Tanahlaut

Wisata Gunung Timah, Objek Wisata Sejarah Sebelum Menuju ke Pantai Batakan Tanahlaut

Gunung atau lebih tepatnya bukit itu mudah didatangi karena berlokasi dekat jalan umum.

banjarmasinposttravel.com/salmah
Gunung Timah yang sekarang ini menjadi salah satu objek wisata di Tanah Laut 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.COM, PELAIHARI - Sebelum sampai di pantai Batakan, pengunjung juga disuguhi objek wisata alam sekaligus wisata sejarah yaitu Gunung Timah yang berada di Desa Tanjung Dewa, Kecamatan Panyipatan atau sekitar 45 kilometer dari Pelaihari, ibu kota Kabupaten Tanah Laut.

Gunung atau lebih tepatnya bukit itu mudah didatangi karena berlokasi dekat jalan umum.

Parkiran cukup luas dan ada petugas yang mengelola objek wisata tersebut.

Setelah parkir kita bisa menyimak tugu perjuangan yang ada di kaki bukit berikut bekas makam para pejuang.

Menuju puncak bukit, terdapat anak tangga beton dengan pegangan besi berwarna-warni.

Pantai Baru Batakan, Objek Wisata Baru Milik Pemkab Tanahlaut

Banyak Fasilitas di Pantai Batakan Tanahlaut, Salahsatunya Banana Boat

Legenda Pulau Datu yang Bisa Didatangi dengan Perahu dari Pantai Batakan Tanahlaut

Monumen Perjuangan Rakyat Tanahlaut Membelah Jalan Menuju Pantai Batakan

Jika lelah saat menaiki tangga, ada gazebo mini di pertengahan perjalanan.

Sambil mengambil napas dan mengumpulkan tenaga, di gazebo itu kita bisa sejenak berselfie atau menikmati pemandangan alam sekitar.

Melanjutkan menaiki tangga, setelah sampai di puncak kita akan disuguhi panorama yang begitu memesona.
Hamparan perkebunan dan Pantai Tanjung Dewa berikut Pulau Datu.

Di atas bukit itu juga ada bekas bangunan yang konon dulunya adalah benteng mini sebagai pertahanan tentara Jepang.

Dari puncak ini pula setelah Jepang angkat kaki dan berlanjut proklamasi kemerdekaan hingga kemudian terjadi agresi militer Belanda, benteng itu dijadikan tempat pejuang mengintai invasi penjajah.

Dari atas bukit Timah yang memang permukaan tanahnya terlihat ada kilauan-kilauan kecil seperti biji timah itu, para pejuang menembaki pasukan Belanda yang sebelumnya kapal-kapalnya berlabuh di Pantai Batakan dan Tanjung Dewa.

Haris Ripani, aparat Desa Tanjung Dewa, mengatakan, saat ini terus dilakukan pembenahan untuk objek wisata sejarah tersebut, di antaranya merapikan bekas makam dan prasasti bertulis nama-nama pejuang yang gugur.

Ageng, warga setempat yang merupakan keturunan dari pejuang, berharap, melalui objek wisata Gunung Timah masyarakat luas bisa mengetahui sejarah perjuangan di situ.

(Banjarmasinposttravel.tribunnews.com/salmah saurin)

Ikuti kami di
Editor: Royan Naimi
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved