Masjid Pusaka Banua Lawas

Mengenal Wisata Religi Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong

Selain memiliki wisata alam dan wisata buatan, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), juga mempunyai beberapa wisata religi.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/dony usman
Ornamen dinding dan pintu bagian depan Masjid Pusaka Banua Lawas yang ada di Desa Banua Lawas, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong. 

Editor: Edi Nugroho

banjarmasinposttravel.tribunnews.com-Selain memiliki wisata alam dan wisata buatan, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), juga mempunyai beberapa wisata religi.

Wisata religi yang sudah cukup dikenal adalah salah satu masjid tertua yang ada di daerah yang juga disebut Bumi Sarabakawa ini.

Masjid ini dinamakan Masjid Pusaka Banua Lawas yang ada di Desa Banua Lawas, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong.

Masjid ini menjadi salah satu wisata religi yang berada di wilayah bagian selatan Kabupaten Tabalong.

Selain menjadi wisata religi, Masjid Pusala Banualawas ini juga termasuk dalam cagar budaya yang ada di Kabupaten Tabalong.

Tulisan yang menginformasikan bila Masjid Pusaka Banulawas ini masuk dalam cagar budaya juga ada terpasang di bagian depan masjid.

Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong, Dikunjungi Penziarah Siang Malam

Masih dalam satu area, tepatnya di samping bangunan Masjid Pusaka Banua Lawas, juga terdapat makam seoang tokoh.

Tokoh ini adalah Penghulu Rasyid yamg merupakan seorang penghulu atau ulama sekaligus pejuang yang sangat disegani.

Keberadaan makam ini juga menjadi bukti sejarah penyebaran Islam selain adanya bangunan Masjid Pusaka Banua Lawas.

Dari sejarah yang ada, Penghulu Rasyid merupakan seorang yang sangat disegani.

Selain karena memiliki ilmu agama yang kuat, dirinya juga merupakan ulama yang bergerak melakukan perlawanan terhadap Belanda.

Ketua Pokdarwis Masjid Pusaka Banua Lawas, H Abdullah, menyampaikan, keberadaan Masjid Pusaka Banua Lawas, Desa Banua Lawas, kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalsel, memang sudah sangat lama.

Bahkan masjid ini termasuk sebagai salah satu bangunan masjid yang tertua di Kabupaten Tabalong.

Berdasarkan caratan sejarahnya Masjid Pusaka Banua Lawas selesai dibangun pada subuh Kamis 16 Rajab 1406 H atau tahun 1625 M.

Menurut masjid ini dibangun seiring dengan masuknya agama Islam ke Tabalong.

"Dibangun Khatib Dayan bersama Sultan Abdurrahman dibantu masyarakat sekitar," katanya.

Awalnya bangunan seperti rumah panggung bertiangkan bambu atau haur batung dengan diameter yang sangat besar.

Sedangkan dinamakan Pusaka karena hingga saat ini di masjid masih banyak benda-benda asli yang ada di masjid.

Dengan usianya yang sudah sangat tua, Masjid Pusaka Banua Lawas, Desa Banualawas, Kecamatan Banualawas, Kabupaten Tabalong, Kalsel, tentu saja sudah pernah direnovasi.

Selain untuk perluasan ruang induk agar bisa banyak menampung jemaah, renovasi juga dilakukan dalam rangkan perbaikan.

Dari catatan yang ada, setidaknya sudah ada lima kali renovasi dilakukan, dimana pertama kali renovasi di tahun 1669.

Saat itu renovasi dilakukan untuk pergantian 4 tiang guru yang semula dari batang batung (bambu besar) menjadi kayu ulin.

Kemudian juga asa renovasi untuk menambah tinggi tiang guru dari kayu ulin yang sudah terpasang.

Serta renovasi untuk menambah daya tampung dengan melebarkan ruang induk masjid dan juga pergantian lantai ulin menjadi lantai keramik.

Dari beberapa kali renovasi yang dilakukan, semuanya tidak ada yang membuat bangunan menjadi berubah dari bentuk aslinya.

Untuk bentuk bangunan tetap asli dimana atapnya dibuat tiga tingkat dengan atap bagian kubah utama yang lebih tinggi.

Selain mempertahankan bentuk asli, di Masjid Pusaka Banua Lawas, juga ada satu ruangan yang tetap dipertahankan hingga sekarang.

Ruangan itu adalah tempat yang dulunya dijadikan bilal untuk mengumandangkan adzan.

Lokasinya berada di bagian atas di bagian dalam kubah masjid. Ruangan ini masih dilengkapi tangga yang kokoh.

Tangganya persis berada di bagian tengah ruang induk, yang konon dari ceritanya juga merupakan masih asli dengan tiang terbuat dari pohon sirang.

"Sampai sekarang tangganya masih baik dam bisa dinaiki," kata H Abdullah.

Sehingga sering juga penziarah yang datang ada yang naik sampai ke ruangan atas untuk melihat langsung tempatnya.

Selain itu, imbuhnya, juga masih ada benda asli lainnya seperti 4 tiang guru, beduk, petaka, kendi, songkol tiang guru, ukiran, tongkat khatib dan beberapa bagian bagunan lainnya.

Ditambahkannya, hingga sekarang masjid ini sudah banyak pengunjung yang telah datang ke Masjid Pusaka Banua Lawas.

Mereka bukan hanya dari Kabupaten Tabalong, tetapi juga ada dari kabupaten tetangga, luar Kalsel hingga juga ada yang dari luar Kalimantan.

"Biasanya yang banyak itu selain akhir pekan juga di hari Rabu, ini karena bertepatan dengan hari pasar, di sini ada namanya Pasar Arba," ujarnya.

Untuk pengunjung atau penziarah yanh datang, menurutnya tidak hanya siang hari saja tetapi juga ada yang datang saat malam hari.

Kebanyakan penziarah yang datang malan hari merupakan pengunjung yang datang dari jauh seperti Banjarmasin dan Kaltim.

Pengunjung yang datang ada karena bernazar, ada yang hanya berkunjung dan juga ada yang ingin melaksanakan ibadah.

"Biasanya yang datang itu ada menaruh kembang dan juga memeluk tiang guru," katanya. (banjarmasinposttravel.tribunnews.com/donyusman)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved