Depot An Nabawi Banjarmasin

Awalnya Jualan Wadai Banjar. Lalu Jualan Masakan Arab

Sebelum berjualan masakan Arab, Muhammad Madani diawal Maret atau menjelang Ramadhan berjualan wadai seperti bingka, lapis India, amparan tatak, broni

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/ Syaiful Anwar
Pintu gerbang bernuansa Timur Tengah 

Editor: Edi Nugroho

banjarmasinposttravel.tribunnews.com - Sebelum berjualan masakan Arab, Muhammad Madani diawal Maret atau menjelang Ramadhan berjualan wadai seperti bingka, lapis India, amparan tatak, bronis dan lain-lain.

"Semua wadai itu saya yang membikinnya. Kemudian saya jual secara online melalui instagram, facebook dan WA. Alhamdulillah, wadai yang saya bikin banyak yang memesannya," papar owner Depot An-Nabawi Jalan Sultan Adam Banjarmasin ini.

Setelah lima bulam berjualan wadai, ada keinginan mengembangkan usaha, tapi tak jauh-jauh dibisnis kuliner, yakni masakan Arab.

Baca juga: Depot An Nabawi Banjarmasin, Makan Terasa Di Timur Tengah

"Saya memilih berjualan masakan Timur Tengah, karena masih sedikit dibanding masakan Banjar maupun kuliner lainnya," ungkap lelaki kelahiran Martapura, Kabupaten Banjar 23 Mei 1994 ini.

Keuntungan selama lima bulan berjualan wadai, Madani pun membelikan peralatan dapur masak. "Saya mulai membuka usaha kuliner Timur Tengah bulan Juni di Jalan S Parman. Sekitar 2,5 bulan kemudian baru pindah ke sini, dengan tempat lebih luas dan dibikin design menarik," ungkap bapak satu anak ini. (banjarmasin post.co.id/syaiful anwar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved