Destinasi Wisata di Sungai Lulut

Wisata Kalsel, Shelter Air Buat Selfie dan Persinggah Klotok

Sekarang ini cukup banyak destinasi sebagai spot untuk berfoto di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Syaiful Anwar
Salah satu klotok yang singgah membawa penumpang. 

Editor: Edi Nugroho

banjarmasinposttravel.tribunnews.com - Sekarang ini cukup banyak destinasi sebagai spot untuk berfoto di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Salah satu spot baru untuk berfoto adalah shalter air atau halte di Sungai Lulut yang terletak di perbatasan antara Kota Banjarmasin dengan Kabupaten Banjar, tepat dekat Pasar Sungai Lulut.

Bila naik kendaraan dari terminal kilometer 6 Banjarmasin ini sekitar 10 menit saja atau naik gojek sekitar Rp 15.000.

Shelter tempat dermaga klotok yang dibangun Pemko Banjarmasin tahun 2020 lalu, selain tempat bertambat klotok yang ingin membawa pengunjung ke obyek wisata Pasar Terapung Lok Baintan, juga dimanfaatkan bersantai saat pagi atau sore hari.

Baca juga: Sunday Festival Banjarmasin Surga Pecinta Kopi Susu dengan Berbagai Pilihan Rasa Unik

"Saya melihat teman saya berfoto disini, terlihat cukup bagus dan menarik. Saya pun penasaran i dan hari ini kesini untuk melihatnya secara langsung," papar Annisa, warga Kapuas, Kalimantan Tengah, Tengah.

Menurutnya, ternyata shelternya cukup bagus untuk bersantai. Apalagi angin sepoi-sepoi bertiup, sehingga menambah betah duduk disini sambil melihat tenggelamnya matahari.

Tak hanya duduk, Annisa pun memilih berselfie sebagai kenang-kenangan untuk balik ke Kapuas.

Disini, lanjut Annisa, juga bisa menikmati masyarakat yang sedang berjukung dan melihat jembatang gantung Sungai Lulut.

Terpisah, salah satu sopir klotok Yuni mengatakan, biasanya mereka mengangkut rombongan wisatawan yang ingin berjalan ke obyek wisata yang ada di Banjarmasin dan Kabupaten Banjar maupun susur sungai.

"Rombongan yang ingin wisata ke Lok Baintan harganya Rp 250.000- Rp300.000. Kami biasanya berangkat dari sini sekitar pukul 06.30 Wita hingga pukul 09.00 Wita dan sampai ke Lok Baintan sekitar 15 - 20 menit saja," tandasnya.

Selain itu, lanjit Yuni ada juga yang menyewa klotok ke Pulau Kembang, Pasar Terapung Kuin dan lain-lain. Sewanya berkisar Rp 500.000- Rp 700.000 sekali perjalanan.

Wisatawan yang menyewa kapal, lanjut dia, ada yang dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta dan lain-lain.

"Kalau tidak ada yang menyewa, biasa menarik jukung dari pedagang yang berjualan ke pasar terapung," tandasnya. (banjarmasinposttravel.tribunnews.com/syaiful anwar)

Ikuti kami di
Editor: Edi Nugroho
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved