Makam Datu Kandang Haji di Balangan

Wisata Kalsel, Syiar Islam Datu Kandang Haji di Balangan Abad 17, Tinggalkan Benda Pusaka Bersejarah

Wisata Kalsel, dalam dakwah syiar Islam di Balangan, Datu Kandang Haji tinggalkan sejumlah benda pusaka bersejarah yang hingga kini masih terpelihara

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Istri Rohayanti
Wisata Kalsel, Makam Datu Kandang Haji berukuran panjang 11 meter dan lebar 4 meter terletak di Desa Teluk Bayur Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Istri Rohayanti
Wisata Kalsel, Makam Datu Kandang Haji di Desa Teluk Bayur Kecamatan Juai Kabupaten Balangan.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Istri Rohayanti
Wisata Kalsel, Bangunan pelindung Makam Datu Kandang Haji, Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai Kabupaten Balangan.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Istri Rohayanti
Wisata Kalsel, Masjid Jannatul Mawa, satu di antara beberapa masjid tertua di Balangan. Masjid ini satu dari tiga masjid peninggalan Datu Kandang Haji, tokoh besar Islam di Balangan.

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM, PARINGIN - Wisata Kalsel, dalam dakwah syiar Islam di Balangan, Datu Kandang Haji tinggalkan sejumlah benda pusaka bersejarah.

Hal itu diketahui dari manaqib Datu Kandang Haji yang dibacakan setiap tahun saat haul sang tokoh.

Juru Kunci Makam Datu Kandang Haji yang berada di Desa Teluk Bayur, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Sani menerangkan, manaqib tersebut disusun sedemikian rupa dan berisi tentang sejarah Datu Kandang Haji.

Dalam manaqib tersebut, dijelaskan ada beberapa pusaka peninggalan sang tokoh besar iIslam di Balangan ini.

Baca juga: Wisata Kalsel, Makam Datu Kandang Haji di Balangan, Sosok Tokoh Besar Islam Kabupaten Balangan

Baca juga: Wisata Kalsel, Dakwah Syiar Islam Datu Kandang Haji Abad 17, Dirikan Tiga Masjid di Balangan

Baca juga: Wisata Kalsel, Taman CBS Martapura Kabupaten Banjar, Pilihan Wisata Keluarga Bersantai di Pusat Kota

Pusaka yang disebutkan yakni Piring Malawen yang masih dipelihara oleh keturunan Datu Kandang Haji. Setiap Hari Raya, baik itu Idul Fitri atau Idul Adha, piring ini selalu dibawa ke makam.

Kemudian ada pusaka yang disebut sebagai Cukmar (sejenis tombak). Cukmar ini digunakan sebagai tongkat untuk khatib berkhutbah saat sholat Jumat di Masjid Jannatul Mawa, Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai.

Pusaka terakhir yaitu petaka masjid. Benda ini dapat ditemukan pada Masjid Jannatul Mawa di Desa Buntu Karau, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/isti rohayanti)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved