Kampung Pengayuan Lianganggang Banjarbaru, Bisa Lihat Aktivitas Kaum Perempuan Kupas Kulit Galam

Aktivitas kaum perempuan mengupas kulit kayu galam menjadi potret pemandangan sehari-harinya di Kampung Pengayuan Liangganggang Banjarbaru.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Milna Sari
Kaum ibu mengupas kulit kayu galam di Kampung Pengayuan Lianganggang Banjarbaru. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM, BANJARBARU - Aktivitas kaum perempuan mengupas kulit kayu galam menjadi potret pemandangan sehari-harinya di Kampung Pengayuan Liangganggang Banjarbaru.

Galam yang dijual di Jalan Landasan Ulin Selatan jurusan Pelaihari Lianganggang Banjarbaru ini ada dua jenis yakni yang belum dikupas dan sudah dikupas kulitnya.

Para penjual kayu galam biasanya mendatangkan kayu galam dari Kalimantan Tengah dan dibawa ke Kalimantan Selatan dan dikupas di rumahnya.

Setelah kayu galam bersih, harga kayu galam lebih tinggi dari sebelumnya. Para penjual biasanya memberi upah tiap batang yang dikupas.

Baca juga: Kampung Pengayuan Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Pusat Penjualan Kayu Galam di Banjarbaru Kalsel

Baca juga: Wisata Kalsel di Balangan Taman Bambu Air Desa Hauwai, Awalnya Tempat Pemandian Kini Objek Wisata

Baca juga: Wisata Kalsel, Eksotik Air Terjun Andikian di Tengah Belantara Pegunungan Meratus Kabupaten HST

Biasanya di Lianganggang para pengupas kulit kayu galam tak hanya kaum pria namun juga kaum wanita. 

Terang salah satu penjual kayu galam di Lianganggang Gazali Senin (21/6/2021) kayu galam ia datangkan dari Kalimantan Tengah.

Meski di Lianganggang Banjarbaru juga ada banyak pohon galam namun sudah tak layak untuk bahan bangunan.

"Kalau di Kalimantan Selatan ini kayu galamnya sudah tidak bagus untuk bahan bangunan, jadi kita dapatnya dari Kalteng," ujarnya.

Sementara untuk upah mengupas kayu galam beber Gazali bervariasi mulai dari Rp 400 per batang hingga Rp 2000 per batang.

"Tergantung besar batang kayu galam yang dikupas," ujarnya.

Namun saat musim hujan seperti kini ujar Gazali kayu galam sulit didapat. Sedangkan saat musim penghujan kayu galam lebih mudah didapat di Kalteng.

"Makanya sekarang yang kupas kulit galam tidak ada, karena sudah dikupas semua, kayunya juga sudah habis di tempat saya," tambahnya.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Milna)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved