Sungai di Desa Atiran Kabupaten HST

VIDEO Sungai Atiran Berpantai Kabupaten HST, Airnya Murni dan Bening Asyik Buat Liburan Keluarga

Sungai Atiran memiliki hamparan pasir bak pantai salah satu lokasi favorit warga Kabupaten HST untuk acara bersantai atau liburan keluarga.

Editor: Royan Naimi

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM, BARABAI - Bagi masyarakat Banua Anam, jika ingin berwisata ke pantai di Kalsel harus pergi ke daerah pesisir di Kabupaten Tanahlaut seperti Pelaihari, Batakan, Batulicin Kabupaten Tanahbumbu atau Kabupaten Kotabaru.

Namun dimasa pandemi Covid-19 dianjurkan jika ingin mencari tempat refreshing di wilayah kabupaten sendiri untuk mencegah penularan virus yang setahun lebih melanda negeri ini.

Nah, di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, tepatnya di Desa Atiran Kecamatan Batangalai Timur ada tempat menarik untuk dikunjungi.

Yaitu sungai Kupang yang tepi sungainya didominasi hamparan batu kali dan Sungai Atiran berpantai yang pesisirnya adalah pasir layaknya pantai laut.

Baca juga: Eksotik Gua Liang Kuda-kuda Batu Besar di Tanahlaut, Udara Sejuk Berembus Kencang dari Mulut Gua

Baca juga: Berwisata ke Taman Van der Pijl Banjarbaru, Banyak Fasilitas Hiburan Jangan Lewatkan Naik Delman

Baca juga: Bersantai Nongkrong di Warung Kopi Karoma Banjarbaru, Ada Fasilitas Wifi Gratis dan Colokan Listrik

Tempat ini menarik dikunjungi, karena ada hamparan pasir yang lumayan luas di pinggir sungai,sehingga sungai tersebut sering di sebut sungai berasa di pantai.

Meski untuk mencari spot tersebut cukup membingungkan karena tidak ada petunjuk berupa papan informasi atau spanduk, namun jangan khawatir. Cukup bertanya dengan warga setempat, mereka ramah memberitahunya.

Kedua titik di sungai batangalai tersebut menawarkan kekhasan air pegunungan yang sejuk dan sangat jernih.

Saking jernihnya,jadi seperti kaca yang transparan hingga ke dasar sungai yang berbatu dan berpasir.

Sungai Atiran berpantai menjadi salah satu lokasi favorit warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah untuk mengajak keluarga, khususnya membawa anak-anak bermain.

Tempatnya yang tersembunyi dengan kemurnian air sungai yang jernih dan udara sejuk dikelilingi pepohonan hijau yang rimbun membuat betah berlama-lama di tempat ini.

Selain itu, karena bukan tempat wisata yang dikelola, menjadikan tempat ini juga aman dari kerumunan atau keramaian.

Pemandangan di tepi sungai di Desa Atiran Kabupaten HST yang mirip pantai karena ada hamparan pasir
Pemandangan di tepi sungai di Desa Atiran Kabupaten HST yang mirip pantai karena ada hamparan pasir (banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Hanani)

"Saya sendiri pernah ke tempat itu secara tak sengaja. Saat menyusuri desa desa di Kecamatan Batangalai Timur sama anak dan istri ternyata ada lokasi menarik mirip pantai tapi di pinggir sungai yang jernih. Kami pun beristirahat dan anak-anak pun riang bermain pasir sungai,"ungkap Iroy warga Barabai.

Menurutnya berwisata di masa pandemi harus berhati-hati karena jika tempatnya terlalu ramai atau banyak yang tak disiplin protokol kesehatan, bisa jadi media penularan Covid-19.

Asyiknya bermain pasir pantai Sungai Atiran Kabupaten HST.
Asyiknya bermain pasir pantai Sungai Atiran Kabupaten HST. (banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Hanani)

"Alhamdulillah di sini tak ada kerumunan karena masih wisata alam liar. Jadi aman bawa keluarga ke sini sekalian mengedukasi pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dari kerusakan ,"katanya.

Selain sungai dengan hamparan Pasir, adapula titik lokasi yang tak kalau menarik yaitu sungai Kupang.

Masih satu aliran dengan sungai yang memiliki hamparan pasir bak pantai. Bedanya sungai Kupang didominasi hamparan batu kali.

Untuk tempat ini ada sedikit petunjuk lokasi berupa papan kecil yang dipaku ke batang pohon.

Sungai Kupang, sebelumnya adalah objek wisata yang dikelola masyarakat dan cukup diminati wisatawan.

Pemandangan di pantai Sungai Atiran Kabupaten HST dengan airnya yang bening dikelilingi rimbun pepohonan.
Pemandangan di pantai Sungai Atiran Kabupaten HST dengan airnya yang bening dikelilingi rimbun pepohonan. (banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Hanani)

Apalagi, saat lokasi itu dilengkapi sejumlah properti dan spot untuk berfoto. Namun, pascabanjir bandang dahsyat pertengahan Januari 2021 lalu fasilitas hancur.

Ditambah pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda membuat orang berwisata dibatasi untuk mencegah kerumunan, sehingga tempat itu sepi pengujung.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved