Kafe Jadul Kopi Ruang Hati di Banjarmasin, Tulisan dan Lukisan Sarat Makna Filosofis Memotivasi

Bila berkunjung ke Kopi Ruang Hati di Jalan Gunung Sari Raya Banjarmasin, terdapat banyak tulisan dan lukisan di depan kaca, tapi sifatnya memotivasi.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Syaiful Anwar
Beberapa tulisan dan gambar di kaca depan pintu masuk kafe Kopi Ruang Hati di Banjarmasin. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM, BANJARMASIN - Bila berkunjung ke Kopi Ruang Hati di Jalan Gunung Sari Raya Banjarmasin, terdapat banyak tulisan dan lukisan di depan kaca, tapi sifatnya memotivasi.

Di depan pintu kaca ada tulisan: "Sibuk Bekerja Lupa Bercanda" dan disampingnya ada gambar jam.

Ada juga tulisan berakit-rakit ke hulu berenang-renang kalau libur dengan gambar pohon nyiur.

Lalu, di dinding ada ditulis: "Dimana bumi dipijak disitu kopi di seduh".

Baca juga: Ngopi Asyik Suasana Klasik Kopi Mbaroh Landasan Ulin Banjarbaru, Awalnya Vila Disulap Jadi Kafe

Baca juga: Air Terjun Tumaung, Keindahan Alam Tersembunyi Dibalik Pedalaman Pegunungan Meratus Kabupaten HST

Baca juga: Eksotik Gua Liang Kuda-kuda Batu Besar di Kintap, Ada Puncak Pesona Panoramanya Segarkan Jiwa Raga

Menurut Debora Christina, owner Kopi Ruang Hati, tulisan-tulisan yang ada di kaca itu artinya semua hampir sama.

"Kafe saya Kopi Ruang Hati Gunung Sari mengingatkan kepada kita semua, ada waktunya kita menikmati hidup, tidak selalu bekerja saja dan menikmati kopi dengan kearifan lokal alias Kopi Indonesia. Tetap bisa membuat kita menikmati apa artinya kenikmatan hidup bersama orang-orang tercinta kita," jelasnya.

Pengunjung sedang santai di Kafe Kopi Ruang Hati di Banjarmasin.
Pengunjung sedang santai di Kafe Kopi Ruang Hati di Banjarmasin. (banjarmasinpost.co.id/Syaiful Anwar)

Begitu juga ada lukisan gambar orang berbaju putih yang berjalan berlawanan arah dengan enam orang laki-laki berjalan dengan baju dan celana panjang warna merah bagian bawah lebar dengan tulisan future loco moco.

"Arti foto itu, saya tidak ingin menjadi peniru atau ikut-ikutan orang-orang di sekitar saya, tapi saya harus Mencari jalan saya sendiri. Ini sama dengan filosofi kafe saya yang tema nya Vintage atau jadul," tandasnya.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved