Ada Koleksi Mushaf Alquran Tulisan Tangan Ulama Banjar Syekh Muhammad Arsyad Albanjari

Museum Lambung Mangkurat juga menyimpan mushaf Alquran tulisan ulama Banjar Syekh Muhammad Arsyad Albanjari dan replika kitab-kitab kuno ilmu fikih.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Benda koleksi Museum Lambung Mangkurat mushaf Alquran tulisan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau dikenal Datu Kelampayan.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi museum pakaian dari kulit kayu.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi benda kain adat Banjar.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Norholis Huda
Kasubag Tata Usaha (TU) Museum Lambung Mangkurat, M Taufik Akbar (kiri berkacamata).
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel Jalan A Yani Km35,5 Banjarbaru.

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM - Pada bagian belakang ruangan di lantai dua Museum Lambung Mangkurat, ada sebuah sudut khusus menyimpan replika kitab-kitab kuno tentang ilmu fikih Islam karya ulama Banjar Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau dikenal Datu Kelampayan

Ada juga sebuah mushaf Alquran berukuran besar yang hanya berisi 10 juz.

Kertasnya tampak usang dan tua namun terawat dengan baik.

Menariknya, mushaf ini merupakan karya tulisan tangan asli dari sang ulama Syek Muhammad Arsyad Albanjir.

Baca juga: Ada Koleksi Benda Senjata Rakyat Banjar Hingga Peninggalan Kerajaan Banjar dan Pangeran Antasari

Baca juga: Wisata Hutan Meranti Kotabaru Nuansa Alam Pegunungan, Tertata Dikelola Pemkab Kotabaru

Di bagian lainnya, ada banyak foto lama tentang kondisi kehidupan warga Kalimantan Selatan tempo dulu.

Tampak warga pribumi sedang melakukan banyak aktivitas harian dan para penjajah Belanda yang tampak berada di sebuah bangunan.

Ruangan-ruangan di museum ini minim cahaya.

Lampu-lampunya kebanyakan hanya dipasang di dalam etalase untuk menerangi benda-benda yang dipamerkan. Itu pun tak terlalu kuat cahayanya.

Pamong budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi, juga menjelaskan soal berbagai kain zaman dulu yang di pakai oleh masyarakat Banjar.

Dia juga menjelaskan soal pakaian kayu zaman dulu. Selain itu juga menjelaskan soal benda kuno dari keramik di Banjar terkait sejarah masuknya pengaruh peradaban luar sejak zaman dinasti dan hingga kerajaan tempo dulu.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved