Museum Lambung Mangkurat Kalsel di Banjarbaru, Diusulkan Ada Area Fasilitas Pejualan Sovenir

Objek Wisata Kalsel, Museum Lambung Mangkurat di Jalan A Yani Km35,5 Kota Banjarbaru akan diusulkan menyediakan area suvenir bagi pengunjungnya.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Museum Lambung Mangkurat Provinsi Kalsel Jalan A Yani Km35,5 Banjarbaru.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Norholis Huda
Kasubag Tata Usaha (TU) Museum Lambung Mangkurat, M Taufik Akbar (kiri berkacamata).
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi benda kain adat Banjar.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Pamong Budaya Museum Lambung Mangkurat, H Rusmiadi menujukkan koleksi museum pakaian dari kulit kayu.
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda
Benda koleksi Museum Lambung Mangkurat mushaf Alquran tulisan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari atau dikenal Datu Kelampayan.

BANJARMASINBPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM - Objek Wisata Kalsel, Museum Lambung Mangkurat di Jalan A Yani Km35,5 Kota Banjarbaru akan diusulkan menyediakan area suvenir bagi pengunjungnya.

Kepala Museum Lambung Manfkurat, Abdul Rahim melalui Kasubag Tata Usaha (TU), M Taufik Akbar, menjelaskan kedepannya akan menambah areal lokasi penjualan suvenir.

"Jadi ketika ada wisatawan berkunjung maka bisa sekaligus beli dan belanja. Semoga saja usulan bisa disetujui,"ungkapnya.

Dia juga membenarkan tampilan depan museum sudah selesai rehab.

Baca juga: Wisata Kalsel Hutan Meranti Kotabaru, Dilengkapi Fasilitas Sejumlah Bangunan Guest House dan Gazebo

Halaman depan museum kini tidak lagi menjadi areal PKL dan parkiran.  Jika malam sudah ada lampu sorot yang menambah tampilan museum semakin menarik.

"Banyak juga para goweser yang jika melintas menjadi spot foto di depan dan ini awal yang bagus mengenakan wisata khususnya Museum Lambung Mangkurat," kata Akbar.

Museum Lambung Mangkurat hingga kini sudah terdapat sekitar 12 ribuan koleksi benda-benda antik dan bersejarah.

Baca juga: Wisata Religi Kota Banjarmasin, Ziarah ke Makam Guru Zuhdi di Kawasan Masjid Jami Sungai Jingah

Jenisnya koleksi yang paling banyak yakni jenis etnografika, yang menggambarkan kekayaaan seni dan budaya.

Pada 2018 ada penambahan empat koleksi yakni koleksi keramik dan lukisan.

Pada 2019 ini ada sentuhan perbaikan tatapameran. Dimana ruang pra sejarah akan dibuatkan diorama tiga dimensi. Bentuknya dirancang berbenguk Goa, tiga dimensi yang bahannya dari resin atau fiber glass.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Nurholis Huda)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved