Uniknya Kafe Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, Nama Beda dari Pendiri Seniman Banua

Kafe Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin, memang konsen untuk membuat sajian yang memadupadankan antara bahan luar dan bahan lokal

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Syaiful Anwar
Suasana santai di Oettara Koffie di Jalan Sultan Adam Banjarmasin. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM - Ada yang unik dan beda dengan kafe lain bila berkunjung ke Oettara Koffie Memories-Dreams-Reflection di Jalan Sultan Adam Banjarmasin.

Bukan hanya namanya saja yang unik, tempatnya tak semegah kafe lain. Dinding di samping kanan, ada seng bekas dan atribut bergambar tokoh sastrawan Banua.

Lalu, di samping kiri ada tiga ruang yang menjual beraneka macam buku dan barulah di paling belakang ada tempat membikin kafe yang memesan.

Menurut salah satu pendiri Oettara Koffie, Novyandi Saputra, kafe mereka ini berdiri sejak 3 Februari 2021 atau baru berjalan tujuh bulan.

Baca juga: Ada Koleksi Mushaf Alquran Tulisan Tangan Ulama Banjar Syekh Muhammad Arsyad Albanjari

Baca juga: Museum Lambung Mangkurat di Banjarbaru, Setelah Direhab Wajah Baru Halaman Tampil Menarik

Baca juga: Wisata Hutan Meranti Kotabaru, Awalnya Ditanam Sejak 1976 oleh PT Inhuntani II Seluas 300 Ha

"Sejarah berdirinya lumayan unik dan kami berlatar belakang seniman, orang yang bekerja kreatif di ruang kesenian," ujarnya.

Menurut dosen Prodi Sendratasik FKIP Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin ini, perlu juga memikirkan wilayah lain untuk menghidupi mereka sebagai seniman.

"Kami sebagai seniman harus menjamin urusan 'perut'. Ini urusan kemanusian," kata Novyandi sambil tertawa menguraikan latar belakang berdiri Oettara Koffie.

Keunikan lainnya, nama Oettara ini sebenarnya berangkat dari kata utara. "Dalam cerita Mahabarata ada sebuah negeri bernama utara kuru, sebuah negeri dimana segala hal yang diinginkan bisa ditemukan, semua rasa yang dimau ada," jelasnya

Nah, nama Oettara Koffie terinspirasi dari itu. Cuma, karena kata Utara cukup banyak, akhirnya muncul ide seniman mereka dengan menulis Oettara Koffie dengan huruf ejaan lama dan huruf T dan F dua kata.

"Ini hanya mrmbedakan dengan kafe lain dan kami memiliki ciri khas tentang nama," tegasnya.

Oettara Koffie sendiri, lanjut Novyandi, modal awalnya sekitar Rp25 jutaan.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Syaiful Anwar)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved