Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar 17 tahun Bermukim di Makkah Menuntut Ilmu Agama

Sekitar 17 tahun bermukim di Makkah, KH Kasyful Anwar kembali ke tanah air. Selama berada di Kampung Melayu, Martapura, sejumlah pengajian.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Mukhtar Wahid
Musala di kawasan wisata religi kubah makam Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar di Jalan LH Anang Sya'rani Arif, Desa Melayu Ilir, Kecamatan Martapura. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM - Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar menuntut ilmu pengetahuan agama Islam di Makkah, sejak bocah hingga remaja, didampingi kedua orangtua dan kakek serta neneknya.

Sekitar 17 tahun bermukim di Makkah, KH Kasyful Anwar kembali ke tanah air. Selama berada di Kampung Melayu, Martapura, sejumlah pengajian atau majelis taklim ditausiahi.

Selama berada di Martapura, KH Kasyful Anwar menerapkan ilmu pengetahuan agama Islam yang dikajinya, secara langsung melalui perilaku, perkataan dan perbuatannya.

Hal itu menarik minat kerabatnya. Perilaku tauladan KH Kasyful Anwar yang ramah dan lembut. Keahlian KH Muhammad Kasyful Anwar terutama dalam bidang ilmu falaq.

Baca juga: Ziarah ke Makam Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar di Kampung Melayu Martapura Kabupaten Banjar

Baca juga: Wisata Gua Telaga Dewa di Balangan, Tersembunyi di Belantara Pegunungan Desa Liyu Kecamatan Halong

Dua keponakannya dikader menjadi ulama dengan diikutkan menimba ilmu serupa di Makkah untuk kali kedua. KH Kasyful Anwar berangkat ke Makkah, khusus membimbing dua keponakannya, selama tiga tahun.

Kelak, dua keponakan KH Kasyful Anwar itu memiliki keahlian sebagai ahli ilmu hadist yang dan keponakan satunya ahli ilmu tasawuf.

Kedua keponakan itu adalah, KH Muhammad Sya'rani Arif (Tuan Guru Anang Sya'rani) dan KH Muhammad Syarwani Abdan (Tuan Guru Bangil) terkenal dan mengajar di Pondok Pesantren Darussalam Martapura.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved