Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar Belajar Bahasa Arab dari Zuriah Datu Kalampayan

Wisata Religi Kalsel. Masa KH Kasyful Anwa masih anak-anak, belajar Bahasa Arab dengan Tuan Guru KH Amin di Pesayangan, Martapura, Kabupaten Banjar.

Editor: Royan Naimi
banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Mukhtar Wahid
Menuju makam ulama besar Kalimantan Selatan, KH Kasyful Anwar di Kampung Melayu Martapura Kabupaten Banjar. 

BANJARMASINPOSTTRAVEL.TRIBUNNEWS.COM - Wisata Religi Kalsel. Riwayat ulama besar Kalimantan Selatan, Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar, belajar agama tidak di jenjang madrasah seperti saat ini.

Itu karena di masa itu belum ada madrasah di desanya, yakni kawasan Kampung Melayu, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

Ayahnya yang lebih banyak mengajari ilmu pengetahuan agama, ayahnya KH Ismail, adalah Tuan Guru di Kampung Melayu.

Baca juga: Wisata Gua Telaga Dewa di Balangan, Tersembunyi di Belantara Pegunungan Desa Liyu Kecamatan Halong

Kecerdasan Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar menarik minat kakek, KH Arsyad dan neneknya, Hj Siti Aisyah, untuk mengirim cucunya belajar ke Makkah, Saudi Arabia. 

Sebelum berangkat menuntut ilmu ke Tanah Suci Makkah, Syekh KH Muhammad Kasyful Anwar yang masih bocah memilih belajar Bahasa Arab dengan Tuan Guru KH Amin di Pesayangan, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalsel.

Guru-guru KH Kasyful Anwar, sanad dan nasabnya tersambung dengan silsilah keluarga Datu Kelampayan atau Syekh KH Muhammad Arsyad Al-Banjari.

(banjarmasinposttravel.tribunnews.com/Mukhtar Wahid)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved